Kapan Anak Dikatakan Speech Delay? Cek Tahapan Perkembangan Bicara Anak di Sini

Copy Link

Tumbuh Kembang
2 November 2023
admin

generos.idPasti orang tua sudah tidak asing lagi dengan istilah speech delay atau terlambat bicara, hal ini karena semakin maraknya kasus tersebut di kalangan anak balita.

Jika orang tua dulu banyak yang menganggap sepele gangguan perkembangan anak ini, namun tidak untuk orang tua masa kini.

Ilmu parenting (pengasuhan) yang sudah tersebar luas secara bebas di internet membuat para orang tua khususnya orang tua muda semakin melek informasi.

Dulu banyak orang tua yang beranggapan bahwa saat anak terlambat bicara kita tinggal menunggunya saja sampai pada akhirnya anak akan bisa berbicara dengan sendirinya.

Padahal itu adalah anggapan yang salah, sedangkan terlambat bicara adalah salah satu keterlambatan tumbuh kembang yang umum terjadi di masyarakat saat ini.

Deteksi dini untuk anak terlambat bicara sangatlah penting agar segera diberikan penanganan yang tepat agar tahapan tumbuh kembang lainnya tidak semakin terlambat.

Untuk mengetahuinya, tentu Ayah dan Bunda harus memahami tolak ukur tahapan tumbuh kembang (milestone) anak usia dini.

Karena pada anak-anak terdapat masa golden age atau periode emas masa pertumbuhan anak.

Pada 1000 hari pertama yang dihitung sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun, ada pula yang menyebutkan periode emas sampai anak berusia lima tahun, anak sedang pesat-pesatnya tumbuh dan berkembang.

Baca Juga  Segera Perhatikan Nutrisinya Bunda! Jangan Sampai si Kecil Alami Speech Delay

Sehingga saat anak terdapat keterlambatan, maka dikhawatirkan itu akan menghambat tumbuh kembang lainnya, yang akhirnya membuat anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang yang semakin kompleks. 

Untuk mendeteksi apakah anak mengalami keterlambatan bicara maka Ayah dan Bunda perlu mengetahui tahapan berbicara pada anak sesuai usianya.

Kendati dikatakan perkembangan setiap anak berbeda-beda, namun terdapat tolak ukur yang jelas untuk menentukan apakah anak sudah tumbuh dan berkembang secara normal atau tidak.

Mendeteksi Speech Delay pada Anak

speech delayIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan tolak ukur yang jelas dalam tahapan perkembangan bicara pada anak usia dini. Sehingga Ayah dan Bunda dapat mendeteksi apakah si Kecil mengalami speech delay sesuai dengan tolak ukur tersebut.

Di antaranya adalah sebagai berikut:

Usia 0-6 bulan

  • Saat lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. 
  • Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara seperti “aah” atau “uuh” yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga senang bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Bayi juga mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara. 
  • Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.
  • Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat merespons ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi dalam nada bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya “papapapapa,” “dadadadada,” “bababababa,” “mamamamama.” Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.
  • Waspada bila bayi tidak menoleh jika dipanggil namanya dan tidak ada babbling. Ini menjadi tanda penting si Kecil memiliki kemungkinan mengalami speech delay.

Usia 6-12 bulan

  • Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Saat babbling, ia menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
  • Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. 
  • Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
  • Waspada bila bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, dan ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.
Baca Juga  Stimulasi Wicara: Rahasia Anak Percaya Diri dan Pandai Bicara Sejak Dini

Usia 12-18 bulan

  • Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah (Tolong ambilkan mainan itu). Kosakata anak bertambah dengan pesat; 
  • Pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, namun pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.
  • Waspada bila anak tidak bisa menyebutkan kata yang berarti pada usia 16 bulan, jika itu terjadi pada anak maka ia mungkin mengalami speech delay
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya