Jangan Samakan Speech Delay dan Late Talker! Ini Dia Perbedaannya

Copy Link

Kesehatan MentalKeluarga
12 August 2024
admin

GENEROS.ID – Umumnya, jika sang buah hati tidak kunjung bisa berbicara, biasanya orang tua akan langsung menyimpulkan bahwa bayinya mengalami speech delay.

Kemampuan berbicara sendiri dapat dilakukan oleh setiap bayi pada usia yang berbeda-beda, namun ada saja sang buah hati yang mengalami speech delay atau late talker.

Berkomunikasi tentu menjadi kunci agar sang buah hati bisa menyampaikan berbagai hal kepada orang tua maupun sebaliknya.

Maka, penting bagi Bunda untuk memantau perkembangan sang buah hati dalam berbicara dari tahapan-tahapan yang ada secara umum.

Siapa pun pasti akan kaget sekaligus bahagia saat mendengar si Kecil mengucapkan kata seperti Dada atau Mama.

Meskipun baru satu atau dua kata yang hanya terucap, tetap saja hal ini menambah kebagiaan sekaligus harapan bahwa anak bisa segera berbicara dengan lancar atau tidak speech delay.

Diketahui pada usia 2 bulan, bayi biasanya sudah mulai bisa merespons dengan mengeluarkan tawa atau disebut dengan istilah cooing.

Baca Juga  Mengharukan! Perjuangan sang Bunda Atasi Speech Delay Buah Hatinya

Apabila sudah memasuki usia 6-9 bulan, sang buah hati mulai melakukan babbling atau mengucapkan kata yang berulang.

Kata pertama pun akan terucap saat ia memasuki usia 10 bulan dan kosakatanya akan semakin bertambah hingga usia 2 tahun.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya