GENEROS.CO.ID –Â Kesehatan mental merupakan hal penting untuk diperhatikan agar kualitas hidup seseorang lebih baik. Begitu pula dengan anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang yang pesat.
Tahukah Ayah Bunda, stabilitas emosi Ayah dan Bunda mempengaruhi keberhasilan tumbuh kembang si Kecil loh! Maka dari itu, yuk kelola emosi Ayah dan Bunda agar si Kecil tumbuh dengan bahagia.
Sebelum mengelola emosi, Ayah dan Bunda perlu mengetahui kondisi kesehatan mental diri sendiri. Adapun tanda-tanda dari kesehatan mental yang dialami orang tua bisa digolongkan menjadi tiga, yaitu tanda-tanda berat, sedang, dan ringan.
Orang tua bisa mendeteksi secara dini mengalami stres atau tidak. Selain itu, bisa juga mendeteksi kegiatan selama di rumah dengan banyak beraktivitas atau hanya diam.
Lebih parahnya lagi, ketika orang tua sudah mengalami kesehatan mental yang lebih parah. Ini dapat berakibat fatal pada anggota keluarga di rumah, terutama anak-anaknya.
Misal, saat anak tidak mau membereskan mainannya. Orang tua jadi lebih sentimental dengan melakukukan kekerasan pada anak dengan marah-marah, bahkan ada yang sampai memukul anak.
Hal ini merupakan akibat dari gangguan atau perasaan gelisah orang tua selama di rumah. Sehingga melampiaskannya kepada orang lain, bisa terhadap pasangan bahkan anak.
Hal tersebut bisa dijadikan indikator untuk gejala kesehatan mental yang dialami Ayah maupun Bunda. Maka dari itu, penting untuk orang tua belajar mendeteksi secara dini tanda-tanda kesehatan mental. Perubahan mental yang dialami orang tua tersebut merupakan bentuk dari stres.
Dengan begitu, orang tua terbawa dengan kondisi stres yang mengakibatkan hal-hal negatif dan berdampak pada emosi keluarga. Selain itu, kesehatan mental yang dialami akan berdampak pada perasaan-perasaan sedih, gangguan kecemasan atau depresi, dan susah tidur.
3 Metode untuk Kelola Emosi

Tetapi, jika orang tua bisa memanajemen dan mengelola emosi dengan baik, maka akan berdampak juga dengan energi positif yang bisa dirasakan oleh orang sekitar.
Hal itu terlihat pada anak-anak yang terlihat lebih ceria dan lebih semangat. Kondisi ini juga dapat meminimalisir anak mengalami tantrum.