Tak Perlu Bingung Bunda! Begini Cara Mengajarkan Bahasa Isyarat pada si Kecil

Copy Link

Kesehatan Mental
9 January 2025
admin

GENEROS.CO.ID – Bahasa isyarat bayi ditemukan pertama kali pada awal 1980-an oleh seorang professor psikologi dari University of California, Linda Acredolo, Ph.D, dan juga professor tumbuh kembang anak dari California State University, Susan Goodwyn, Ph.D.

Pada saat itu Acredolo memiliki seorang anak yang berusia kurang dari setahun, dirinya mengamati bahwa saat melihat bunga, anaknya tersebut akan mulai menunjuknya, mengerutkan hidung dan mengendusnya.

Berawal dari penasaran akan tingkah anaknya tersebut akhirnya mereka mengembangkan bahasa isyarat untuk bayi. 

Mungkin banyak orang tua yang kewalahan saat melihat bayinya menangis dan terus menangis tanpa mengetahui apa yang diinginkannya.

Seperti yang kita ketahui, pada usia 0-8 bulan bayi belum bisa mengucapkan kata yang berarti.

Baca Juga  Menelisik Genetika Autisme, Karena Keturunan?

Mereka hanya melakukan cooing dan babbling saja, yang menurut orang dewasa tidak memiliki makna tertentu.

Sebagian orang tua mungkin akan pasrah dan tetap menunggu, toh nantinya sang anak juga akan bisa berbicara jika sudah waktunya.

Cara Mengajarkan Bahasa Isyarat pada Bayi

Sebenarnya ada cara yang cukup ampuh agar bayi tetap bisa mengutarakan keinginannya, yaitu dengan bahasa isyarat bayi tersebut.

Akan muncul kekhawatiran, apakah jika bayi diajarkan bahasa isyarat akan membuatnya terlambat bicara? Sebelum mengembangkan bahasa isyarat, Dr. Acredolo dan Dr. Goodwyn melakukan penelitian besar yang disponsori oleh Institut Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya