Tumbuh kembang – Setiap 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Ayah Bunda pasti sudah mengetahui autisme atau Autism Syndrome Disorder (ASD) yang merupakan sebuah gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Anak dengan autisme juga mengalami gangguan perilaku dan memiliki keterbatasan minat.
Sejak tahun 1970-an para ilmuwan telah menemukan bahwa autisme bersifat genetik, artinya autisme pada anak sangat diwariskan. Sejak itu para ilmuwan mengumpulkan penyebab genetik potensial dalam autisme, yang kemudian dalam dekade terakhir penelitian tersebut dipercepat dengan teknologi pengurai DNA.
Para ilmuwan menemukan berbagai jenis perubahan genetik yang dapat mendasari autisme. Seperti dilansir dari Spectrum News, pada tahun 1977 ilmuwan membandingkan tingkat autisme pada anak kembar. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ketika satu kembar identik menderita autisme, ada sekitar 80 persen kemungkinan kembarannya juga mengidapnya.
Sedangkan untuk kembar fraternal atau kembar non identik adalah sekitar 40 persen. Namun Ayah Bunda jangan khawatir dulu, karena genetika tidak sepenuhnya berperan dalam menyebabkan autisme. Terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi anak mengalami autisme.
Faktor lingkungan juga cukup berperan penting dalam menyebabkan anak mengalami autisme. Salah satunya adalah paparan respons imun ibu dalam rahim atau komplikasi selama kelahiran, dapat bekerja dengan faktor genetik untuk menghasilkan autisme atau memperkuat sifat-sifatnya.
Studi juga menemukan bahwa penggunaan parasetamol (asetaminofen) oleh ibu selama kehamilan meningkatkan kemungkinan anak yang dilahirkan mengalami autisme dan ADHD atau hiperaktif. Meskipun tidak diketahui seberapa banyak konsumsinya yang bisa menyebabkan anaknya terlahir dengan autisme. Hal ini membuktikan bahwa keturunan genetik bukanlah satu-satunya penyebab autisme pada anak.