Tumbuh Kembang – Anak disabilitas intelektual tetap bisa mandiri dengan kualitas hidup yang baik asalkan ia mendapatkan stimulasi penuh dan optimal. Stimulasi tersebut dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil yang memiliki kondisi yang berbeda tersebut.
Namun orang tua perlu menyadari perbedaan tersebut sehingga orang tua memahami bahwa dalam memberikan stimulasi membutuhkan kesabaran ekstra. Seperti diketahui, anak dengan disabilitas intelektual atau disebut juga sebagai retardasi mental memiliki kekurangan terkait fungsi intelektual dan fungsi adaptifnya.
Salah satu pegiat dan terapis disabilitas Rezky Achyana mengatakan dalam sebuah live Instagram Hallo Bunda yang dihelat @generos.id mengatakan untuk memberikan penanganan kepada anak yang disabilitas intelektual dan down syndrome kita harus melihat tujuh aspek tumbuh kembang anak.
Pertama: Motorik
Aspek tumbuh kembang yang pertama tentang motoriknya. Anak dengan down syndrome biasanya kakinya flat sehingga banyak anak down syndrome kesulitan untuk menyeimbangkan diri. Oleh karena itu perlu dilatih secara motoriknya supaya bisa berjalan dengan baik, dan seimbang ketika berjalan. Bisa dengan latihan–latihan berlari, menendang bola, bermain bola, melompat, dan memanjat.
Latihan-latihan tersebut berfungsi untuk melatih motorik kasar pada anak. Sedangkan untuk melatih motorik halusnya bisa melalui latihan memasang kancing baju, memasang tali sepatu, menulis, meremas slime, latihan mengangkat jempol, latihan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya, melakukan gerak tangan isyarat janji, dan aktivitas lainnya yang menggunakan jari.
Kedua: Kognitif
Aspek tumbuh kembang lainnya yang perlu dilatih yaitu aspek kognitifnya/ intelektualnya. Seperti yang kita ketahui bahwa anak disabilitas intelektual memiliki IQ yang rendah, tergantung tingkat disabilitasnya. Oleh karena itu perlu untuk melatih kognitifnya dengan treatment khusus serta dilakukan secara berulang.
Dalam melatih kognitif ini ditekankan agar anak dapat memahami sebab akibat. Yaitu dengan memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya jika haus maka apa yang harus diambil apakah air atau buah–buahan, jika lapar maka apa yang harus diambil apakah jus atau makanan.