Tantrum pada anak, Termasuk Gejala Speech Delay?

Copy Link

Kesehatan MentalTumbuh Kembang
16 May 2022
AuthorGeneros2

Tumbuh Kembang – Tantrum pada anak merupakan salah satu bentuk ledakan emosi atau keinginan yang tidak bisa diungkapkan. Sehingga anak hanya bisa menangis atau marah saja. Ledakan emosi yang berlebihan ini kadang membuat kedua orang tuanya kewalahan karena tidak memahami keinginan anak. Apakah anak Bunda merupakan salah satunya? Lalu, Apakah tantrum termasuk gejala speech delay pada anak?

Tantrum Pada Anak

Sebelum melanjutnkan pembahasan tentang tantrum dan speech delay. Bunda pasti sudah paham dengan istilah tantrum pada anak. Tantrum merujuk pada anak yang belum bisa bicara akan kesulitan dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan sehingga anak lebih emosi dengan marah atau menangis, namun hal ini merupakan fase yang normal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tetapi, ketika pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak ada suatu hal yang mengganggu seperti gangguan pendengaran, akibatnya anak menjadi bingung. Karena saat anak berada pada fase menirukan, anak tidak dapat menirukan, berbicara dan orang terdekatnya tidak mengerti apa yang diucapkan. Pada akhirnya anak hanya bisa marah atau menangis.

Baca Juga  Peduli Korban Kekerasan Seksual, Generos Ajak KPAI Serukan Upaya Pencegahan

Ketika dia tantrum pada usia 1–3 tahun akan berhenti sampai pada usia empat tahun karena itu merupakan fase normal. Tapi jika tantrum pada anak yang usianya lebih besar yaitu empat tahun akan lebih sulit, faktor penyebabnya juga beragam, bisa karena faktor idiophatic, bisa karena lingkungan dan juga genetik atau faktor pola asuh, dan sebagian juga ada yang mengatakan bahwa itu adalah akibat dipengaruhi oleh gadget.

Tantrum dan Speech Delay

Salah satu penyebab speech delay adalah anak tidak bisa mendengar. Sifat anak dasarnya adalah menirukan, ketika dia meniru, anak bisa mengucapkan. Jadi ketika anak tidak bisa mendengar dia akan kesal karena merasa tidak mengerti apa yang dikatakan orang lain. Akhirnya anak juga tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan sehingga menjadi bingung, stres, dan marah. Itulah yang membuat anak menjadi tantrum, ketika dia speech delay yang disebabkan oleh gangguan pendengaran.

Baca Juga  Jangan Remehkan Gangguan Belajar pada Anak
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya