Kesehatan Mental – Agaknya mengajarkan pertahanan diri sejak dini bagi anak merupakan suatu kewajiban bagi orang tua. Terlebih di zaman seperti sekarang ini di mana kejahatan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi juga teman sebayanya. Aksi bullying atau perundungan dapat dilakukan dengan berbagai hal, seperti misalnya kasus yang baru-baru ini terjadi, seorang anak SD dipaksa untuk berhubungan dengan kucing dan divideokan. Nahasnya kini anak itu meninggal karena depresi setelah videonya disebarkan oleh teman-temannya tersebut. Inilah mengapa penting bagi orang tua untuk mengajarkan pertahanan diri bagi anak sejak dini.
Peristiwa tersebut terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, di mana seorang anak SD kelas 5 yang mengalami perundungan secara terus menerus dan yang paling parah saat ia dipaksa teman-temannya untuk melakukan hubungan seksual dengan seekor kucing. Tidak sampai di situ saja, adegan tersebut direkam oleh teman-temannya dan kemudian video rekamannya disebarkan. Karena tak kuat menahan malu, sang anak mengurung diri di rumah dan tak mau makan. Hingga akhirnya ia meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Keluarganya telah mengikhlaskan kepergian sang putra, namun ia berharap tidak ada lagi anak yang mengalami hal serupa seperti yang dialaminya oleh putra kesayangannya tersebut. Sebagai orang tua tentu kita merasa pilu mendengar kabar peristiwa tersebut. Betapa seharusnya anak usia SD masih lugu dan polos bisa melakukan hal keji yang di luar nalar seperti itu.

Tak pelak peristiwa ini bisa memicu kekhawatiran berlebih bagi orang tua untuk membiarkan anaknya pergi ke sekolah atau beraktivitas sendiri di luar rumah. Sedangkan mereka membutuhkan berbagai aktivitas yang tidak cukup hanya dilakukan di dalam rumah saja. Karena mereka membutuhkan pembelajaran bersosialisasi dan aktualisasi diri di luar. Seperti peribahasa mengatakan “bagaikan memakan buah simalakama,” orang tua harus banyak pertimbangan sebelum membiarkan anaknya keluar rumah.
Ini jauh berbeda dengan zaman dulu di mana anak-anak bisa bebas bermain di luar dengan aman. Kita pernah dihadapkan pada masa di mana kita diharuskan untuk tidak keluar rumah karena terjadinya pandemi global selama lebih dari 2 tahun. Setelah melalui masa itu maka seluruh kebiasaan hidup berubah. Mungkin dengan adanya kasus seperti ini membuat para orang tua untuk tetap mengajak anaknya bermain di dalam rumah agar aman dari tindak kejahatan seperti itu.
Akan tetapi, apakah itu cukup untuk tumbuh kembang sang anak? Tentu saja tidak. Karena anak membutuhkan eksplorasi di luar rumah agar semakin terlatih kemandiriannya. Dengan adanya kebutuhan dasar sang anak demi tumbuh kembangnya, maka yang dapat dilakukan orang tua adalah memberikan edukasi tanda bahaya sejak dini. Tidak hanya edukasi seksual, dalam kasus ini terlihat anak tidak berdaya ketika dirundung oleh teman-temannya. Sehingga, anak juga diharapkan dapat memiliki ketahanan yang kuat ketika mendapatkan ‘serangan’ dari pihak lain.