GENEROS.CO.ID – Para penyandang disabilitas intelektual ucapkali mendapatkan stigma negatif dan dikucilkan dari pergaulan.
Hal itu dapat terjadi lantaran wawasan masyarakat mengenai disabilitas intelektual masih cukup rendah.
Kita harus menyadari bahwa anak dengan disabilitas intelektual harus menyadari bahwa disabilitas intelektual bukanlah sebuah aib. Mereka juga butuh bersosialisasi layaknya manusia pada umumnya.
Apa itu Disabilitas Intelektual?
Disabilitas intelektual atau yang biasa disebut tunagrahita dan bisa pula disebut dengan retardasi mental yaitu kondisi di mana anak atau seseorang individu itu memiliki kemampuan kognitif yang rendah dibandingkan anak–anak seusianya.
Sehingga akhirnya terjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak.
Karena anak kesulitan untuk memahami berbagai hal di lingkungannya.
Hal itu kaitannya dengan komunikasinya, kemudian bagaimana memahami sebab–akibat, bagaimana untuk bersosialisasi, mungkin kesulitannya di bidang–bidang dan aspek–aspek tumbuh kembang tertentu.