GENEROS.CO.ID –Â Bunda, pernahkah Si Kecil tiba-tiba melempar mainan karena mainannya tidak mau menyala? Atau marah-marah saat tidak bisa menyusun balok sesuai keinginannya?
Reaksi ini bisa jadi tanda bahwa anak sedang merasa frustrasi.
Frustrasi adalah hal yang wajar dialami anak dalam proses tumbuh kembangnya. Justru lewat frustrasi, anak belajar menghadapi kegagalan, menyesuaikan harapan, hingga mengatur emosinya.
Namun, tentu peran Bunda sangat penting dalam membimbing anak agar bisa mengenali dan mengelola rasa frustrasinya dengan sehat.
Frustrasi adalah perasaan kecewa, marah, atau kesal yang muncul ketika keinginan anak tidak terpenuhi atau ia gagal melakukan sesuatu.
Anak usia dini belum mampu mengungkapkan perasaan ini secara verbal, sehingga sering menampakkannya lewat perilaku:
-
Menangis berlebihan
-
Merajuk atau ngambek
-
Menolak berinteraksi
-
Tiba-tiba marah atau agresif
Jika tidak diajarkan cara mengelola perasaan ini, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah meledak atau malah menyimpan amarah dalam diam.