generos.id – Diketahui, ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak merupakan gangguan kesehatan mental yang mencakup kesulitan memperhatikan, hiperaktif, dan perilaku yang implusif.
Semakin bertambahnya usia, anak semakin sulit untuk fokus dan juga berkonsenterasi jika ingin mengerjakan sesuatu atau melakukan suatu hal.
Sang buah hati bahkan cenderung banyak melakukan gerakan yang sulit dikendalikan dan beberapa kali berlaku kasar pada orang di sekitarnya.
Dikutip dari situs resmi Centers For Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan bahwa sebagai salah satu gangguan perkembangan saraf kompleks.
Hal tersebut paling umum terjadi dan didiagnosis pertama kali pada masa kanak-kanak menjelang remaja.
Kondisi ini biasanya sering berlangsung hingga dewasa nanti, anak-anak dengan ADHD umumnya mengalami kesulitan dalam memperhatikan.
Anak akan sulit fokus atau berkonsentrasi dan sulit mengendalikan perilaku yang impulsif, mungkin bertindak tanpa memikirkan apa akibatnya atau bisa dikatakan terlalu aktif.
Semua kombinasi kemudian akan memengaruhi rasa percaya diri dan harga diri pada anak Bunda nantinya.
Tak hanya itu saja, kondisi itu juga akan memengaruhi hubungan dengan orang-orang di sekitar, khususnya teman seusianya, serta kinerja yang buruk di sekolah.
Mengutip juga dari lama Kids Health, ADHD lebih sering terjadi pada pria dari pada perempuanperempuan. Perilakunya juga dapat berbeda pada anak laki-laki dan perempuan.
Misalnya, anak laki-laki mungkin lebih hiperaktif dan anak perempuan cenderung diam-diam tidak memperhatikan.
Daftar Isi
Karakteristik Dari ADHD
1. Inatensi
Sebagian besar gejalanya adalah kesulitan memfokuskan dalam perhatiannya, serta sulit berkonsenterasi dan konsisten menyelesaikan tugasnya.
Mereka juga tidak akan mendengarkan arahan dengan baik, melewatkan detail yang penting, dan tidak menyelesaikan apa yang mereka mulai.
Hal tersebut mungkin dikarenakan kerap melamun, suka linglung atau pelupa, dan kehilangan jejak barang-barang mereka.
2. Hiperaktivitas
Karakteristik ADHD yang hiperaktif ini menunjukan gejala gelisah, mudah bosan, kesulitan duduk diam, terlihat seperti terlalu terburu-buru, dan juga ceroboh.
Mereka juga tanpa sadar mungkin akan memanjat, melompat, atau bermain kasar atau bertindak dengan cara yang mengganggu orang lain.
3. Impulsivitas
Ada juga karakteristik impulsif, di mana anak bertindak terlalu cepat sebelum berfikir atau tanpa memikirkannya terlalu panjang.
Mereka akan sering menyela, suka mendorong atau meraih, merasa dulu untuk menunggu, mungkin melakukan sesuatu tanpa meminta izin.
Tak hanya itu saja, mereka juga akan mengambil barang yang bukan miliknya, atau bertindak dengan cara yang berisiko.
Karakteristik ini mungkin memiliki reaksi emosional yang tampaknya terlalu kuat untuk situasi tersebut.
Penyebab ADHD Pada Anak
Tidak jelas apa yang menyebabkan kondisi tersebut, namun dari beberapa penelitian menunjukan bahwa genetika memainkan peran penting.
Banyak anak yang memiliki kondisi seperti ini lantaran memiliki orang tua atau kerabat dengan didiagnosis dengan penyakit yang sama.
Tak hanya genetika saja, para ilmuwan sedang mempelajari kemungkinan penyebab dan faktor risiko lainnya termasuk:
- Kerusakan otak
- Paparan risiko lingkungan (misalnya, timbal) selama kehamilan atau pada usia muda.
- Pengunaan alkohol dan tembakau selama kehamilan.
- Kelahiran yang prematur
- Berat badan lahir rendah
Ada mitos yang mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh terlalu banyaknya makan makanan yang mengandung gula, terlalu banyak menonton televisi, pola pengasuhan yang salah.
Bisa juga karena faktor sosial dan lingkungan seperti kemiskinan atau kekacauan keluarga, itu salah besar.
Mungkin hal-hal tadi memang dapat memperburuk gejala, tetapi itu bukanlah penyebab yang utama.