GENEROS.CO.ID – Orang tua yang memiliki anak balita dengan kemampuan bicara yang tidak sesuai dengan tahapan perkembangan sesuai usianya tentu khawatir. Fenomena yang disebut dengan speech delay ini disebabkan oleh banyak hal.
Salah satu penyebab speech delay adalah apraksia bicara atau speech apraxia. Apraksia bicara merupakan sebuah gangguan gangguan motorik bicara pada sistem saraf balita.
Hal ini membuat sang balita kesulitan menggerakkan mulut dan lidah secara akurat untuk mengucapkan kata dan mengeluarkan suara.
Terjadinya apraksia berhubungan dengan gangguan kesehatan sistem saraf otak, namun tak berhubungan dengan gangguan otot. Karena berkaitan dengan sistem saraf pusat, maka pemberian nutrisi penunjang untuk otak sangat diperlukan.
Nutrisi penunjang ini berfungsi mengoptimalisasi perbaikan saraf otak yang rusak dan mempercepat pertumbuhan saraf baru serta mengaktivasinya.
Dengan pertumbuhan saraf yang baru dan perbaikan saraf yang rusak dengan cepat maka terapi yang dilakukan pun lebih optimal karena anak bisa dengan mudah menangkap apa yang sedang dipelajarinya.
Jika saraf otak sudah benar-benar tumbuh dengan pesat, maka transfer perintah ke saraf oromotor di sekitar mulut yang berperan untuk berbicara juga akan dengan mudah dilakukan.
Pemenuhan nutrisi itu tentunya dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari. Maka penting untuk memperhatikan makan si Kecil agar ia tidak sampai mengalami keterlambatan bicara karena kekurangan nutrisi.
Namun jika si Kecil mengalami GTM atau gerakan tutup mulut, alias mogok makan, maka Bunda dapat memberikan suplemen untuk pemenuhan nutrisinya.