generos.id – Banyak yang masih menganggap bahwa speech delay atau terlambat bicara bukanlah sebuah kondisi serius yang perlu perhatian khusus.
Beberapa orang tua masih berkeyakinan bahwa jika anaknya mengalami keterlambatan bicara, terutama yang memiliki riwayat keturunan yang juga mengalami terlambat bicara, akan bisa berbicara pada saat yang tepat.
Mungkin keyakinan ini tidak salah, tapi kita tidak pernah tahu sampai kapan si Kecil benar-benar bisa berbicara. Kita juga tidak pernah tahu apa yang menghambat si Kecil untuk berbicara. Jika penyebabnya cukup fatal maka akan semakin fatal jika dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan.
Dalam hal ini, untuk mengetahui penyebab pasti speech delay hanya bisa diketahui setelah dilakukan observasi oleh ahlinya, yaitu tenaga medis.
Terdapat beberapa penyebab terlambat bicara, menurut Health Line bisa karena gangguan pendengaran, terdapat permasalahan mulut, lidah dan langit-langit, memiliki gangguan bicara dan bahasa, masalah neurologis, autisme, atau hanya kurang stimulasi.
Jika anak mengalami terlambat bicara hanya karena kurang stimulasi maka orang tua maupun pengasuh perlu lebih serius dalam mendampingi anak belajar berbicara.Â
Namun jika terdapat permasalahan lain, maka orang tua juga harus siap memberikan penanganan yang tepat sesuai yang dibutuhkan.
Lalu apakah jika anak yang mengalami terlambat bicara namun tidak kunjung mendapatkan penanganan yang tepat akan berdampak buruk? Tentu saja.
Dalam jangka pendek, anak yang mengalami speech delay juga akan mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya.Â
Apalagi, pada usia tersebut anak sedang aktif-aktifnya tumbuh dan berkembang, atau yang biasa disebut masa golden age tumbuh kembang anak.
Sementara saat anak mengalami kesulitan berbicara karena mengalami speech delay maka saat anak sedang dalam tahap perkembangan emosinya yaitu masih sering tantrum akan membuatnya lebih parah.
Dan itu tidak baik untuk kesehatan mentalnya, ingat, anak yang bahagia akan lebih maksimal tumbuh kembangnya.