Hari Mendongeng: Terapi Speech Delay yang Efektif

Copy Link

KeluargaTumbuh Kembang
19 March 2022
author

Keluarga – Hari Mendongeng Sedunia diperingati setiap 20 Maret. Peringatan Hari Mendongeng ini berawal dari hari nasional untuk mendongeng di Swedia sekitar tahun 1991. Hari itu disebut “Alla berättares dag,” yang diterjemahkan menjadi Hari Semua Pendongeng.

Kemudian berbagai negara juga mengadakan perayaan serupa yang akhirnya pada 2003 diresmikan sebagai Hari Mendongeng Sedunia. Peringatan Hari Mendongeng Sedunia ini adalah upaya merayakan seni mendongeng lisan. Perayaan ini juga merupakan hari bagi orang-orang di seluruh dunia untuk mendengarkan dan menceritakan kisahnya dalam berbagai bahasa.

Seni mendongeng lisan atau istilah sederhananya bercerita atau berkisah, merupakan seni berkomunikasi. Sebagai orang tua tentu ini bukanlah hal baru bagi kita. Ya, bercerita menjadi sarana komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari mendongeng atau bercerita tersebut.

Baca Juga  Bunda, Masalah Speech Delay Sama Gentingnya dengan Stunting

Salah satunya adalah meningkatkan bonding atau ikatan antara orang tua dan anak. Karena ketika bercerita atau berkisah dengan anak akan tercipta momen bersama yang di dalamnya terdapat interaksi yang menyenangkan. Selain itu, bercerita atau mendongeng dapat mengembangkan perkembangan otak dan imajinasi anak. Tentu ini sangat baik untuk anak-anak yang berada pada masa golden age yaitu pada usia 0-5 tahun.

Ternyata tidak hanya itu, mendongeng atau bercerita dapat melatih kemampuan mendengar dan menyimak. Tentu saja, ini juga dapat bermanfaat untuk melatih kemampuan bicara anak. Anak juga dapat bertambah kosakatanya karena sering mendengarkan kosakata baru dari kisah-kisah yang telah Ayah Bunda ceritakan.

Baca Juga  Tips Mengenalkan Puasa pada Anak

Itulah mengapa dikatakan bahwa mendongeng ini merupakan salah satu stimulasi yang efektif untuk anak yang mengalami speech delay atau terlambat bicara. Dan tentunya baik juga untuk pencegahannya. Jadi tidak berlebihan jika menjadikan aktivitas mendongeng ini menjadi rutinitas sehari-hari terutama bagi anak yang sedang dalam masa golden age.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya