Bunda, Ini Manfaat Antioksidan untuk Cegah Gagal Ginjal Akut

Copy Link

NutrisiKeluarga
16 December 2022
author

Nutrisi – Merebaknya kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/ AKI) di negeri ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kasus yang kebanyakan menyerang anak-anak dan bayi ini kian meningkat sampai saat ini. Namun jangan khawatir berlebihan ya, karena Ayah dan Bunda dapat memberikan makanan yang kaya antioksidan atau senyawa penghambat oksidasi untuk menjaga kesehatan ginjal anak-anak dan keluarga agar tetap sehat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan peningkatan kasus gagal ginjal akut misterius yang mencapai 304 kasus per tanggal 31 Oktober 2022. Begitu pula dengan angka kematian yang saat ini mencapai 159 anak. Jumlahnya meningkat dari yang sebelumnya dilaporkan mencapai 157 anak. Sementara itu, sebanyak 46 anak lainnya dirawat dan 99 anak sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga  Perkembangan Otak Anak tak Bisa Lepas dari Peran Penting Nutrisi, Cek Faktanya!

Gagal ginjal akut merupakan kondisi ginjal yang berhenti bekerja secara tiba-tiba. Ginjal berfungsi untuk menyaring limbah sisa metabolisme yang ada di tubuh. Jika fungsi tersebut terhenti, maka terjadi penumpukan pada saluran dan tidak bisa dikeluarkan dari tubuh.

Sayangnya, pada gagal ginjal akut bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba. Tentu saja kondisi ini membahayakan nyawa seseorang. Kendati demikian, Ayah dan Bunda dapat mencegahnya dengan memberikan makanan yang kaya akan senyawa penghambat oksidasi ini agar fungsi ginjal tetap optimal, loh! Mengapa demikian? Berikut penjelasannya,

Tubuh yang Kekurangan Antioksidan

Dalam istilah medis dikenal dengan stres oksidatif, di mana kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan antara zat radikal bebas dengan senyawa penghambat oksidasi dalam tubuh. Radikal bebas sendiri merupakan molekul-molekul kimia yang tercipta sebagai dampak dari interaksi antara tubuh dengan oksigen (proses oksidasi).

Baca Juga  5 Fakta Gagal Ginjal Akut yang Menyerang Anak saat ini

Kemunculan radikal bebas ini bisa dari faktor-faktor eksternal seperti rokok, polusi udara, paparan pestisida, paparan sinar matahari dan berbagai faktor lainnya. Dalam kondisi ini, jika tubuh terus menerus kekurangan antioksidan sementara zat radikal bebas terus menumpuk di dalam tubuh maka yang terjadi adalah tubuh semakin kewalahan dalam menangkalnya. Hal ini kemudian menyebabkan kerusakan pada sel, DNA, dan protein tubuh.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya