Ketika kita telah menjadi orang tua, tentu kita akan mengupayakan yang terbaik untuk anak-anak kita. Termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan gizinya. Tahukah Ayah dan Bunda, daun pegagan yang dikenal dengan nama latin Centella Asiatica ternyata dapat membantu Ayah dan Bunda dalam memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, loh!
Seperti yang kita ketahui, asupan gizi terbaik berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh tubuh sehari-hari. Namun terkadang makanan sehari-hari saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil karena berbagai hal. Bisa saja si Kecil mengalami alergi tertentu sehingga harus melakukan diet tertentu untuk menghindari alerginya kambuh.
Jika harus menghindari untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang memicu alerginya, itu artinya si Kecil telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan asupan gizi dari makanan tersebut. Sehingga ia harus mendapatkan asupan gizi dari makanan lain yang memiliki kandungan gizi setara namun tidak menimbulkan alergi. Hal ini bisa saja membuat si Kecil kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh karena menghindari alergen tersebut.
Selain itu, anak yang sedang dalam fase picky eater atau pilih-pilih makanan juga akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kandungan gizi dari makanan yang enggan untuk ia makan. Sama halnya dengan anak yang memiliki alergi tertentu, anak yang picky eater bisa saja kekurangan zat gizi yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuhnya yang sedang dalam masa pertumbuhan tersebut.
Tidak hanya itu, terkadang kurang beragamnya asupan makanan setiap hari membuat si Kecil juga bisa kekurangan zat gizi tertentu. Salah satunya adalah antioksidan, yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menetralisir radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Zat antioksidan ini terkadang dikesampingkan padahal zat ini sangat dibutuhkan oleh tubuh agar tumbuh kembang si Kecil optimal.
Mengapa demikian?

Orang dewasa maupun anak-anak secara alami mengeluarkan radikal bebas yaitu membuang zat limbah yang ada di dalam metabolisme tubuh kita. Namun, kadar radikal bebas itu akan meningkat seiring tubuh kita terpapar sinar UV, polusi udara, asap rokok dan makanan yang mengandung pengawet dan juga paparan pestisida baik dari makanan maupun faktor lain.
Dalam istilah medis dikenal dengan stres oksidatif, di mana kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan antara zat radikal bebas dengan antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas sendiri merupakan molekul-molekul kimia yang tercipta sebagai dampak dari interaksi antara tubuh dengan oksigen (proses oksidasi).