Bagaimana Penerapannya?
Berarti PR kita sekarang adalah melatih diri untuk memiliki kemampuan mindfulness. Bagaimana caranya? Anggie menjelaskan bahwa melatih diri agar selalu mindful yaitu dengan mulai menerapkannya dari hal simple. Misalnya saat kita sedang dalam perjalanan pergi ke kantor, setelah keluar dari rumah dan masih dalam lingkungan komplek tetap membuka kaca mobil atau kaca helm sembari melihat di sekiling ada apa saja. Jika ada tetangga, satpam dan lainnya bisa disapa. Dengan begitu kita juga akan mendapatkan manfaat lain yaitu aware dengan keadaan sekitar kita. Aware itu tidak akan bisa kita lakukan jika kita tidak mindful atau sadar penuh dengan apa yang ada di hadapan kita.
Misalnya lagi saat kita makan, jika kita terbiasa makan dengan menonton tayangan video di internet seperti Youtube, Tiktok dan sebagainya, sebaiknya kita hentikan kebiasaan tersebut. Belajarlah untuk menerapkan mindfulness saat makan yaitu dengan memfokuskan diri pada makanan yang ada di depan kita. Hal-hal sederhana tersebut dapat melatih kita untuk tetap mindful di berbagai situasi.
Contoh lainnya misalnya di dalam rumah tangga dari seorang bunda. Saat waktu sudah hampir Maghrib tapi rumahnya belum rapi, belum masak buat makan malam, namun tiba-tiba anaknya menangis. Nah, kalau kita punya kemampuan mindful, kita bisa memusatkan pikiran kita ke satu hal dulu. Kita coba tenangkan diri dulu, baru kita pikirkan mana sebenarnya yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Misal tenangkan anak biar anak tidak rewel. Kalau anaknya sudah tenang, kita bisa merapikan rumah, setelah itu baru (urusan) kita. Jadi pekerjaannya selesai satu per satu tanpa membuat kita stres.
Bahkan jika kita sudah terbiasa mindful maka kita bisa lebih mengontrol diri kita saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan. Misalnya saat anak tiba-tiba memecahkan gelas. Saat kita dalam kondisi yang stres pasti refleks kita adalah marah. Padahal sebenarnya kita tahu si anak tidak sengaja menjatuhkan gelasnya. Kalau pada saat itu kita bisa menerapkan minfulness maka kita akan menenangkan diri dulu, tarik napas, lalu menanyakan kepada si anak apakah dia terluka dan menasihatinya dengan tenang. Demikianlah pentingnya kemampuan mindfulness tersebut untuk kehidupan sehari-hari kita. Namun itu ada kekurangannya, loh!