5. Bangun Ketahanan Emosional
Berikan anak tantangan kecil yang realistis dan dorong ia untuk mencoba lagi saat gagal. Misalnya: membangun menara dari balok, bermain puzzle, atau menyusun sepatu sendiri. Ketika berhasil, pujilah usahanya, bukan hasilnya:
“Hebat, kamu tetap coba walau tadi sempat jatuh!”
Dikutip GENEROS.CO.ID dari situs Harvard University Center on the Developing Child, kemampuan mengelola frustrasi adalah bagian dari keterampilan self-regulation yang akan berpengaruh besar terhadap prestasi akademik, hubungan sosial, dan kesehatan mental anak di masa depan.
Bunda, anak-anak belum bisa langsung memahami bahwa kegagalan atau kekecewaan adalah bagian dari kehidupan.
Maka dari itu, tugas kita adalah menjadi pendamping yang sabar dan suportif dalam membimbing mereka mengenal, menerima, dan mengelola frustrasi.
Dengan latihan rutin, kasih sayang, dan contoh nyata, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh secara emosional dan mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin.***