GENEROS.CO.ID – Tantrum, teriak, atau membanting barang bisa jadi tanda anak belum paham cara mengelola emosi. Yuk, Bunda bantu si kecil belajar tenang lewat aktivitas yang seru dan sederhana!
Bunda, saat si kecil tiba-tiba marah besar karena hal kecil seperti mainan rusak atau diminta mandi, rasanya bisa bikin pusing ya. Tapi sebenarnya, kemarahan itu bukan karena anak “nakal”, melainkan karena mereka belum punya keterampilan untuk mengatur emosinya.
Kemampuan mengelola emosi—atau yang dikenal sebagai emotional regulation—adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Dan kabar baiknya, ini bisa dilatih sejak dini lewat aktivitas yang menyenangkan.
Kenapa Anak Sering Marah?
Beberapa penyebab umum anak mudah marah antara lain:
-
Belum bisa mengekspresikan perasaan dengan kata-kata
-
Lelah, lapar, atau terlalu banyak stimulasi
-
Ingin sesuatu tapi tidak bisa mengungkapkan keinginannya
-
Meniru respon emosional dari lingkungan sekitar
Bunda, yang dibutuhkan anak saat ini bukan dimarahi balik, tapi dituntun dengan sabar untuk memahami dan mengendalikan emosinya.