Hari TBC Sedunia, Waspada Serang Anak-anak

Copy Link

Keluarga
25 March 2022
author

Kasus TBC Pada Anak

Menirukan-cooing-dari-bayi-dan-manfaatnya-loh!Sub Recipient (SR) Manager Bambang Eko mengatakan penanggulanan TBC anak masih menjadi fokus utama untuk semua kader. Banyak masalah yang ditemui untuk mengurangi kasus TBC anak.

“Kami sudah mendiskusikan problem tersebut. Sampai saat ini masyarakat masih kurang sadar akan TBC pada anak. Beberapa orang tua masih menolak jika anaknya terkena TBC. Maka, dibutuhkan pemahaman TBC dari kader. Tentunya kader perlu lebih giat dalam mengedukasi masyarakat,” kata Eko

Inilah peran dari kader TBC. Masing-masing kader tiap daerah harus meningkatkan pemahaman kepada orang tua bahwa anak juga bisa terkena TBC. Sehingga anak yang teridentifikasi TBC bisa segera mendapat pendampingan pengobatan. Masalah lainnya ialah fasilitas untuk TPT anak. Fasilitas tersebut masih terbatas dan belum merata di seluruh puskesmas.

Baca Juga  Jelang Masuk Sekolah, Yuk Jaga Imun Tubuh Anak dengan 5 Cara Ini

Lalu apa gejala TBC pada anak?

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI merinci beberapa gejala anak menderita TBC. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan terakhir, yang tidak membaik meski dengan asupan gizi yang baik.
  2. Demam lama yang berlangsung lebih dari 2 pekan, dan atau berulang tanpa sebab. Demam yang diderita biasanya suhunya tidak tinggi.
  3. Batuk berlangsung lama (lebih dari 2 pekan) secara terus menerus dan semakin lama semakin parah meskipun sudah diobati.
  4. Badan lesu dan tidak seaktif biasanya.

Jika orang tua menemukan beberapa gejala tersebut maka segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan beberapa tes. Kemudian jika sudah terkonfirmasi TBC maka orang tua wajib mendampingi anak untuk melakukan pengobatan.

Baca Juga  Ini Gejala Hiperaktif yang Perlu Dikhawatirkan

Tips dalam Mendampingi Anak Minum Obat

  1. Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan berturut-turut tanpa putus. Sehingga orang tua harus sabar dan telaten dalam memberikan obat secara teratur kepada anak.
  2. Temani anak saat minum obat, jangan diburu-buru dan lakukan dengan tenang.
  3. Pemberian obat bisa juga dibarengi dengan pemberian kue, buah atau makanan kesukaan anak.
  4. Bisa juga menyediakan kalender yang dapat dicoret atau ditempeli stiker ketika anak telah berhasil minum obat. Berikan reward kepada anak jika ia berhasil minum obat secara teratur selama satu bulan dan seterusnya sampai dinyatakan sembuh.

Namun yang terpenting dari itu sebaiknya dilakukan pencegahan dengan baik. Yaitu dengan memberikan makanan dengan gizi seimbang sehinggan daya tahan tubuhnya terjaga. Selain itu juga tertib menjaga protokol kesehatan.

Baca Juga  Waspada Bunda! Polusi Udara yang Buruk Bisa Sebabkan Imun Anak Menurun, Begini 3 Tips Menjauhkannya
Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya