Rencananya tahun ini Shabira akan mulai diajarkan untuk menahan haus dan lapar. Namun hanya setengah hari atau di jam-jam tertentu, seperti puasa setengah hari mulai dari pukul 8 pagi hingga 11 siang. Ini disesuaikan dengan jadwal kegaitan atau kesanggupan Lala dalam berpuasa. Intinya, Ochi dan Fahmi tidak akan memaksa Shabira untuk bisa puasa setengah ahri full. Terpenting sebagai orang tua sudah mengenalkan makna puasa terhadpa Shabira. Sehingga nantinya shabira tidak merasa dipaksa untuk berpuasa.

Kebutuhan Nutrisi Shabira Alula
Saat bulan ramadhan, nutrisi merupakan kebutuhan yang penting untuk diperhatikan oleh keluarga agar imun tubuh tetap terjaga. Apalagi keadaan pandemi Covid 19 yang masih berlangsung. Maka, kebutuhan nutrisi Shabira sangat dipantau dan diperhatikan oleh Ochi dan Fahmi. selama Ramadhan. Salah satunya dnegan memberikan makanan yang mencakup 4 sehat, 5 sempurna. Untuk asupan lainnya dibutuhkan untuk menunjang agar Shabira tetap bertenaga.
“Kalau nutrisi otomatis Lala selain makan-makanan 4 sehat 5 sempurna itu, otomatis kegiatan puasa merubah jam makan Lala, yang biasanya mungkin makan sekitar jam 8 atau 9, sedangkan ini otomatis semininimal-minimalnya paling cepat jam 12 pada saat adzan dzuhur.Jadi supaya Lala tetap bertenaga, supaya Lala tetap ternutrisi otaknya, supaya Lala juga makannya lebih harus ada vitamin, dan itu kita menggunakan Generos”
Tips Mengenalkan Puasa ala Bunda Shabira Alula
Ada beberapa tips yang Ochi beberkan dalam mengenalkan puasa kepada Shabira Alula. Diantaranya mengenalkan kegiatan orang tuanya selama bulan ramadhan. Mulai dari ikut sahur dan berbuka, sampai kegiatan ibadah seperti shalat dan mengaji. Pengenalan ini bertujuan agar Shabira bisa paham dengan ibadah puasa dan bisa menyanyangi sesama.
Tips lainnya yaitu jangan memaksa jika anak belum siap untuk berpuasa. Umumnya, anak berusia 7 tahun sudah harus ikut berpuasa. Namun, untuk usia balita seperti Shabira ini hanya dikenalkan sesuai dengan kemampuan anak.
“Ketika Lala belajar puasa saat mulai sekolah, dia akan bertemu dengan teman sebayanya. Apabila teman sebayanya ternyata puasa sedangkan dia tidak, takutnya dia akan minder. Jadi kita belajar untuk mengenalkan dia puasa dulu, tetapi sesuai kemampuan dianya dulu, misalnya dia hanya sanggup sampai siang tidak apa-apa.” tutur Ochi.