Para peneliti yang lainnya juga menemukan bahwa ketika Bunda dan Ayah menggunakan hp mereka, maka komunikasi verbal bersama anaknya berkurang 20 persen.
Sang buah hati juga mengalami 39 persen lebih sedikit komunikasi nonverbal, yang mencakup ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh.
Studi lain juga menemukan bahwa penggunaan ponsel oleh Bunda dan Ayah dapat berdampak pada berkurangnya waktu berkualitas yang dihabiskan bersama anak.
Bunda yang selalu diinterupsi oleh perangkat mereka juga akan membuat anak-anak cenderung kurang memahami keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan mereka.
Jadi tidak akan memahami soal kontak mata, fokus, dan daya tanggap, yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa mereka di masa depan.
Penelitian menunjukkan dampak lainnya bahwa orang tua juga mungkin kurang berhasil mengajari anak tentang hal-hal baru, termasuk bahasa.
Penelitian tersebut meneliti 38 orang tua yang memperkenalkan kata-kata baru kepada anak balita mereka.
Hasilnya, ketika orang tua diinterupsi dengan ponsel milik mereka, anak-anak tidak dapat mempelajari kata-kata tersebut.
Jadi Bunda dan Ayah lebih baiknya jangan bermain hp jika sedang berada di depan sang buah hati atau juga sedang quality time bersama sang buah hati.
Jangan sampai sang buah hati mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya, lantaran akan mengganggu masa depannya nanti jika sudah beranjak dewasa.
Lebih baiknya Bunda dan Ayah, jangan sekali-kali bermain hp di depan sang buah hati, jika ingin bermain ponsel lebih baiknya jika sudah tidak bermain dengan si Kecil.***