Pegagan, Tanaman Kaya Antioksidan yang tak Bisa Dilewatkan

Copy Link

Tumbuh Kembang
16 December 2022
author

Mengenal Lebih Dalam Antioksidan dalam Pegagan

Diketahui bahwa dalam pegagan mengandung tiga jenis bioaktif yang termasuk dalam antioksidan, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin. Steroid adalah senyawa triterpenoida yang tersebar luas di alam. Senyawa tersebut bekerja sebagai antioksidan dengan mekanisme kerja antioksidan primer. Yaitu mampu mengurangi pembentukan radikal bebas baru dengan cara memutus reaksi berantai dan mengubahnya menjadi produk yang lebih stabil.

Steroid adalah golongan triterpenoid yang mengandung inti siklopentana perhidrofenantrena, yang terdiri dari tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Steroid memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan garam, mengendalikan metabolisme dan meningkatkan fungsi organ seksual dan perbedaan fungsi biologis lainnya antara jenis kelamin. Steroid pada tanaman telah menunjukkan efek penurun kolesterol dan anti kanker.

Baca Juga  Atlet Ini Buktikan Disabilitas Intelektual Bisa Harumkan Nama Indonesia

Steroid juga mempunyai fungsi biologis sebagai antiinflamasi (Harborne 1987). Senyawa ini tidak berwarna dan berbentuk kristal. Senyawa ini merupakan komponen aktif dalam tumbuhan yang telah digunakan untuk penyakit diabetes, gangguan menstruasi, antibakteri dan antivirus. Di bidang farmasi, steroid banyak dimanfaatkan terkait fungsinya pada hormon reproduksi (Savithramma et al. 2011).

Triterpenoid merupakan kerangka karbon yang berasal dari enam satuan isoprene (2 � metilbuta-1,3-diene) satuan C5 dan diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik, yakni skualena. Senyawa golongan triterpenoid menunjukan aktivitas farmakologi yang signifikan, seperti antiviral, antibakteri, antiinflamasi yang sebagai inhibisi sintesis kolestrol dan sebagai antikanker (Balafif et al., 2013).

Ternyata tidak hanya itu saja, triterpenoid dapat berfungsi untuk merangsang pembentukan lemak dan protein yang penting untuk kesehatan kulit. Selain itu dapat mengubah alanin dan prolin menjadi kolagen yang berfungsi untuk merawat kulit. Maka tak heran tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku skincare. 

Sementara, Saponin adalah jenis senyawa kimia yang berlimpah dalam berbagai spesies tumbuhan. Senyawa ini merupakan glikosida amfipatik yang dapat mengeluarkan busa jika dikocok dengan kencang di dalam larutan. Busanya bersifat stabil dan tidak mudah hilang.

Baca Juga  Tips Kembangkan Imajinasi Anak: Bekal Awal untuk Anak Tumbuh Kreatif dan Percaya Diri
Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya