Terapi wicara untuk anak apraksia bicara bisa dilakukan oleh orang tua dan sanak saudara maupun pengasuh. Karena terapi wicara yang dilakukan dari orang-orang terdekat adalah yang paling efektif. Namun perlu diperhatikan juga tingkat keparahan apraksia bicara yang dialami oleh anak. Jika terlalu parah maka selain terapi di rumah perlu juga dilakukan terapi oleh professional untuk mempercepat penyembuhan. Terlebih karena pada usia balita anak sedang pesat-pesatnya berkembang, jika terlalu lama tertinggal pada tahap bicara maka akan berpengaruh juga pada proses tumbuh kembang lainnya.
Karena apraksia berkaitan erat dengan sistem saraf pusat, yaitu kerusakan saraf otak, maka pemberian nutrisi penunjang sangat diperlukan. Nutrisi penunjang ini berfungsi untuk mengoptimalisasi perbaikan saraf otak yang rusak dan mempercepat pertumbuhan saraf baru serta mengaktivasinya.
Dengan pertumbuhan saraf yang baru dan perbaikan saraf yang rusak dengan cepat maka terapi yang dilakukan pun lebih optimal karena anak bisa dengan mudah menangkap apa yang sedang dipelajarinya. Jika saraf otak sudah benar-benar tumbuh dengan pesat maka transfer perintah ke saraf oromotor di sekitar mulut yang berperan untuk berbicara juga akan dengan mudah dilakukan.
Jika dirasa buah hati Ayah Bunda mengalami keterlambatan maka sebaiknya Ayah dan Bunda segera melakukan tindakan, untuk mengidentifikasi apakah si Kecil mengalami speech delay atau speech disorder. Banyak sekali faktor yang menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak, maka orang tua harus mendeteksinya terlebih dahulu untuk memberikan penanganan yang tepat. Jika perlu Ayah Bunda bisa membawa buah hati ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.