4. Jelaskan Konsekuensi
Saat melanggar aturan, jelaskan secara singkat dan hangat:
“Kalau main HP terlalu lama, mata akan lelah dan kamu susah tidur ya.”
5. Dengarkan dengan Empati
Saat anak bicara—apa pun itu—fokuskan perhatian, akui perasaannya, lalu berbicara bersama:
“Wah, kamu kesal karena tidak dilibatkan, ya? Yuk cari solusi bareng.”
Pola asuh demokratis adalah jembatan antara love & limits: kasih sayang yang dipadu dengan aturan yang jelas.
Dengan melibatkan anak dalam proses, Bunda memfasilitasi mereka tumbuh jadi pribadi bertanggung jawab, percaya diri, dan siap mengambil keputusan bijak dalam hidup.***