Kesehatan Mental – Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan kabar yang kurang mengenakkan hati. Kasus predator seksual yang mengancam keselamatan anak-anak semakin mencuat ke publik setelah dua kasus besar predator seksual anak muncul di permukaan. Lalu bagaimana orang tua menyikapinya?
Sebagai orang tua yang tengah memiliki anak kecil tentu kabar ini menjadi kekhawatiran tersendiri. Perasaan was-was selalu menghantui ketika anak-anak sedang bermain di luar rumah atau sedang berada di tempat saudara maupun tetangga. Terlebih ketika kita membayangkan anak kita sedang didekati orang asing.
Padahal anak-anak tentu membutuhkan pergi keluar rumah agar dapat belajar bersosialisasi. Selain itu, setelah melewati masa pandemi yang panjang yang membatasi kita untuk pergi keluar rumah membuat kita, dan tentu saja, anak-anak mengalami kebosanan dan bisa berujung stres jika terus-menerus hanya berada di rumah saja. Ini juga tidak akan baik untuk tumbuh kembang si Kecil.
Entah karena dunia yang semakin tua sehingga kejahatan manusia semakin beragam atau karena ini merupakan tanda akhir zaman di mana manusia seperti mengalami krisis moral sehingga kejahatan semakin merajalela. Namun yang jelas fakta menunjukkan kejahatan, apalagi kejahatan seksual pada anak, semakin merajalela.
Berbagai kasus kejahatan seksual pada anak selalu menyisakan trauma mendalam bagi anak. Trauma ini akan menjadi batu penghalang bagi tumbuh kembang si Kecil yang seharusnya bisa tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Karena bahagia merupakan kunci bagi tumbuh kembang anak yang optimal.
Pedofil, Salah Satu Predator Seksual Anak
Pedofilia salah satunya, seperti dikutip dari laman Pshycology Today, pedofilia adalah ketertarikan seksual yang berkelanjutan pada anak-anak pra-pubertas. Pedofilia didefinisikan sebagai fantasi, dorongan seksual, atau perilaku seksual yang berulang dan intens yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak-anak praremaja atau anak-anak — umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda — selama setidaknya enam bulan. Predator seksual anak lebih sering laki-laki dan dapat tertarik pada salah satu atau kedua jenis kelamin.