Daftar Isi
6. Reward
Memberikan reward atau hadiah (berbentuk materiil dan non materiil) atas respons anak yang positif. Jika anak telah berhasil menangkap apa yang diajarkan orang tua atau berhasil mengeluarkan kosa kata baru maka tidak ada salahnya untuk memberikan reward pada anak. Reward dapat berupa pujian atau hadiah kecil seperti mainan edukasi yang juga dapat menunjang stimulasinya di rumah.
7. Mengulang Materi
Mengulangi materi yang diberikan terapis di rumah adalah hal penting yang harus dilakukan jika Ayah dan Bunda ingin si Kecil segera bisa lancar bicara. Karena waktu anak tetap lebih lama di rumah daripada bersama terapis. Sehingga anak bisa saja lupa jika materi tersebut tidak diulang atau diajarkan kembali di rumah. Mengulang materi ini sebaiknya dilakukan dengan durasi 15-30 menit setiap hari.
8. Disiplin
Selama terapi, Ayah dan Bunda harus berani untuk tegas dan disiplin serta konsisten dalam melatih anak. Tidak hanya saat anak menjalani terapi saja, bersikap disiplin dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama anak perlu dilakukan agar anak dapat memahami pentingnya peraturan tersebut.
Misalnya untuk memberikan batas waktu untuk screen time (menonton televisi atau gawai) dengan waktu tertentu. Maka jika waktu bagi anak untuk diperbolehkan screen time habis, anak harus menurutinya. Meskipun anak merengek untuk meminta tambahan waktu, sebaiknya orang tua tidak memberikannya.
9. Dukungan
Hal yang juga tak kalah penting yaitu memberikan semangat dan dukungan kepada anak meskipun ia tengah memiliki kekurangan. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.

10. Tidak Banyak Intervensi
Tidak banyak intervensi di sini maksudnya adalah tidak langsung ikut membantu anak saat anak sedang berusaha mencapai tujuannya. BIarkan anak berusaha dengan kemampuannya sendiri sehingga anak dapat mengejar ketertinggalan dalam fase tumbuh kembang sesuai usianya dengan cepat.
11. Batasi Gawai
Terakhir adalah tidak berlebihan dalam memberikan gawai atau gadget. Setidaknya ada waktu yang bisa menjadi acuan sesuai usianya. Namun jika bisa sebaiknya tidak memberikan gawai sama sekali saat anak tengah menjalani terapi wicara.
Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua ketika anak telah mengalami speech delay. Jika orang tua dapat menerapkan semua poin tersebut maka diharapkan anak akan segera dapat mengejar ketertinggalannya dan mampu berbicara sesuai usianya. Jangan mudah semangat ya Ayah dan Bunda!