Wow! Riset: Speech Delay Akibatkan Masalah Kesehatan Mental Saat Dewasa

Copy Link

Kesehatan MentalTumbuh Kembang
22 August 2022
author

Tumbuh Kembang – Kita telah mengetahui berbagai akibat yang disebabkan jika anak mengalami speech delay atau keterlambatan bicara pada fase tumbuh kembangnya. Namun tahukah Ayah dan Bunda, bahwa ternyata speech delay juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental bagi mereka ketika telah beranjak dewasa?

Banyak yang masih menganggap bahwa speech delay atau terlambat bicara bukanlah sebuah kondisi serius yang perlu perhatian khusus. Beberapa orang tua masih berkeyakinan bahwa jika anaknya mengalami keterlambatan bicara, terutama yang memiliki riwayat keturunan yang juga mengalami terlambat bicara, akan bisa berbicara pada saat yang tepat.

Mungkin keyakinan ini tidak salah, tapi kita tidak pernah tahu sampai kapan si Kecil benar-benar bisa berbicara. Kita juga tidak pernah tahu apa yang menghambat si Kecil untuk berbicara. Jika penyebabnya cukup fatal maka akan semakin fatal jika dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan.

Baca Juga  Tips Menjaga Kesehatan Anak Selama Berpuasa

Salah satu penelitian paling komprehensif yang dilakukan di bidang ini, seperti yang dirangkum dalam Getting Smart, meneliti apakah anak-anak dengan keterlambatan bahasa reseptif akan mengalami peningkatan risiko dalam masalah sosial, emosional, dan perilaku saat dewasa. Para peneliti menggunakan tes standar untuk mengukur kemampuan bahasa untuk 7.000 anak pada usia 5 tahun.

Para peneliti tersebut menindaklanjuti penelitiannya dengan anak-anak ini hampir tiga dekade kemudian, ketika anak-anak itu sudah berusia 34 tahun. Pihaknya menemukan bahwa mereka lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan mereka yang tidak mengalami keterlambatan perkembangan bahasa.

Selain itu, akar penyebab masalah perilaku bisa jadi karena seorang anak tidak memiliki keterampilan atau mekanisme untuk mengekspresikan diri mereka secara memadai. Ini akan terlihat sebagai kemalasan atau pembangkangan kepada guru mereka. Jika tidak memahami kondisinya maka guru serta merta menghukumnya. Padahal bukan itu maksud si anak.

Baca Juga  Jangan Sampai Tidak Tahu! Ini 8 Penyebab Tantrum Pada si Kecil

Lebih parah lagi jika judgement atau pelabelan itu terus menerus diberikan, yang akhirnya sang anak meng-amin-i bahwa dirinya adalah anak nakal. Maka seperti terhipnotis, selamanya ia akan berlaku layaknya anak nakal seperti yang telah dilabelkan kepadanya. Label ini juga bisa mencegah kemauan anak untuk belajar, yang akhirnya menghambat prestasi akademiknya.

Korelasi Speech Delay dengan Prestasi Akademik

Faktanya speech delay tidak hanya berdampak pada kesehatan mentalnya, tapi juga akademiknya. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kemampuan anak kecil untuk berkomunikasi secara verbal sangat berkorelasi dengan keterampilan sastra mereka. Faktanya, menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), yang merupakan badan profesional dan kredensial untuk ahli patologi wicara dan bahasa, ada korelasi tinggi antara masalah komunikasi dan membaca dan menulis.

Baca Juga  Nutrisi yang Baik bagi Tumbuh Kembang Anak
Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya