Telur omega juga tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam kandungan nutrisi lainnya dengan telur biasa.
Nilai kalori, protein, dan kandungan lemak antara kedua jenis telur tersebut tidak ada perbedaan yang sangat jauh.
Telur ayam biasa juga akan lebih mudah ditemukan di pasaran jika dibandingkan dengan telur omega.
Berbagai Macam Manfaat Telur untuk MPASI si Kecil
Telur dapat diperkenalkan segera setelah sang buah hati memasuki usia 6 bulan, namun Bunda juga harus memastikan telur dimasak dengan baik untuk mengurangi risiko bawaan makanan.
Telur merupakan alergen yang umum, jadi pertimbangkan untuk memberikan makanan bayi yang alergi makanan dan mulailah dengan telur yang dimasak dengan baik dalam jumlah sedikit.
Dikarenakan beberapa bayi dapat mengalami reaksi parah bahkan terhadap telur dalam jumlah yang sangat sedikit.
Jika Bunda atau Ayah memperkenalkan telur untuk pertama kalinya, mulailah dengan telur yang dimasakan dalam keadaan baik dan tak lupa disajikan dengan porsi yang kecil.
Jika tidak ada gejala reaksi alergi yang muncul setelah 5 hingga 10 menit, tawarkan sisa telurnya kemudian.
Seperti yang Bunda ketahui, telur ini merupakan sumber protein dan lemak yang sangat baik untuk sang buah hati.
Termasuk di dalamnya terdapat kandungan DHA, sejenis asam lemak omega-3, telur juga kaya akan kolin, yodium, zat besi, selenium, seng, dan folat.
Seluruh nutrisi juga dapat membantu mendukung pertumbuhan, perkembangan, kesehatan otak, fungsi sel darah merah, kekebalan, persepsi rasa, proses metabolisme, kepadatan tulang.***