2. Puasa Meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF)
BDNF adalah zat neuroprotektif yang meningkatkan ketahanan terhadap kerusakan dan mendorong pertumbuhan neuron baru. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan depresi, kecemasan dan gangguan depresi mayor memiliki tingkat BDNF lebih rendah. Dan semakin rendah tingkatnya maka semakin parah gejalanya.

BDNF benar-benar terbukti dapat memperbaiki suasana hati ketika bekerja sama dengan neurotransmitter serotonin. Serotonin dan BDNF bekerja sama untuk meningkatkan aktivitas otak. Sementara jika terjadi gangguan sinyal antara kedua zat ini dapat menyebabkan gangguan depresi dan kecemasan.
Tidak hanya itu, kadar BDNF yang rendah diyakini menjadi pemicu berbagai penyakit neurologis, salah satunya Alzheimer. Hal ini kemungkinan berpengaruh karena BDNF sangat aktif di area otak yang berhubungan dengan memori, terutama hipokampus.
Sebuah studi tahun 2006 menemukan bahwa ada bukti kuat bahwa BDNF dapat berkontribusi pada patogenesis beberapa gangguan neuropsikiatri seperti penyakit Alzheimer (AD), gangguan afektif (AFDs), dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).