
Sebelumnya aku sempat membawa anakku ke dokter di klinik tumbuh kembang anak. Pada saat itu aku bahkan sampai berdebat dengan suamiku karena menurut dia anakku baik-baik saja. Tapi tetap saja, aku merasa khawatir karena anak seusianya sudah mengoceh dan mengeluarkan kata-kata yang jelas.
Setelah bertemu seorang dokter, dia tidak langsung menyebutkan kalau Mika mengalami speech delay. Dokter tersebut mengatakan bahwa Mika masih normal, itu saja, dan menjadwalkan agar kami datang kembali untuk pemeriksaan selanjutnya. Jujur aku kurang puas dengan jawaban dokter tersebut.
Karena keterbatasan dana akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan konsultasi ke dokter tersebut. Tentu saja dengan kecemasan yang sama sekali belum berkurang. Aku sampai stres saat itu, perasaan berkecamuk, khawatir dengan tumbuh kembang anakku satu-satunya ini, namun suami masih merasa bahwa tidak ada masalah dengan anak kami.
Selama ini aku sudah berusaha memberikan stimulasi kepada Mika, tapi itu tak kunjung membuahkan hasil. Aku sengaja untuk menunda kehamilan kedua karena Mika belum bisa bicara. Aku merasa tidak berguna menjadi ibu karena sudah usia dua tahun lebih tapi anakku belum bisa bicara.
Kami hanya bertiga di rumah, jadi saat siang hari ayahnya kerja kami hanya berdua. Mika sering aku ajak bernyanyi dan saat sedang sibuk aku kasih nonton Youtube.
Aku juga sering mengajak Mika ngobrol, jadi meskipun anaknya belum bisa menanggapi apa yang aku bicarakan, tapi setidaknya dia memiliki tabungan kosa kata yang nantinya bisa meledak kapan saja.
Alhamdulillah, impian itu akhirnya benar-benar terwujud. Sekarang Mika sudah lancar bicaranya.
Aku benar-benar sangat bersyukur karena dipertemukan dengan Generos. Aku sangat merekomendasikan suplemen ini kepada para bunda yang mengalami keluhan yang sama untuk anaknya. Ini sudah bukan kata orang lagi, karena aku sudah membuktikannya sendiri.***