Terapi Saja tak Cukup

Ia mengaku meskipun telah membawa anaknya untuk dilakukan terapi wicara, ia merasa masih ada yang kurang. Ia sadar bahwa terapi saja tidak cukup. Mengingat terapi wicara hanya dilakukan selama satu jam per pertemuan dan itu hanya dilakukan dua kali per pekan.
“Saya berpikir kalau hanya mengandalkan terapis tanpa harus ada suplemen yang masuk ke dalam untuk membantu otak kayaknya kurang maksimal,” ujarnya.
Seperti membuktikan keyakinannya, anaknya ternyata menjadi lebih fokus saat menerima terapi. Tidak seperti sebelum mengonsumsi Generos yang fokusnya cepat hilang saat diterapi. Dari situ akhirnya ia meneruskan untuk memberikan Generos kepada sang buah hati karena ia telah menemukan suplemen yang berkhasiat untuk anaknya.
Bahkan karena sudah melihat perkembangan anaknya setelah mengkonsumsi Generos, akhirnya ia bisa meninggalkan obat-obat dari dokter. Tak lupa ia juga selalu memberikan stimulasi saat di rumah, di luar jam terapinya, sehingga perkembangannya bisa lebih cepat.
“Alhamdulillah luar biasa, bahkan dari terapisnya sendiri pun bilang bahwa jauh banget perubahannya, dulu awalnya dia nggak fokus, sekarang menjadi lebih mau dikoreksi, mau mengulang, bahkan dia kalau dikoreksi mau.”
Setelah berhasil melewati drama speech delay itu tidak lantas membuatnya berhenti memberikan Generos untuk si Kecil. Ia meneruskan pemberian Generos sebagai suplemen harian karena ia melihat anaknya bertumbuh dengan baik setelah memberikan asupan tambahan dari Generos tersebut.
Ketika memasuki usia sekolah seperti sekarang, sang buah hati bisa lebih fokus dalam menangkap pelajaran di sekolah dan ini membuatnya bangga. Maka dari itu ia memutuskan untuk memberikan Generos sebagai suplemen harian untuk buah hatinya.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]