Korelasi Antara Kemampuan Bicara dan Baca Tulis
Faktanya, menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), yang merupakan badan profesional dan kredensial untuk ahli patologi wicara-bahasa, ada korelasi tinggi antara masalah komunikasi dan membaca dan menulis.
Ayah dan Bunda bisa menilik dari kemampuan mengenali dan membedakan bunyi ujaran atau disebut kesadaran fonologis.
Kesadaran fonologis sangat penting karena ketika anak-anak belajar menguasai bunyi-bunyi ujaran. Mereka mulai memetakannya ke dalam huruf-huruf yang dicetak dalam buku. Ini akan membentuk dasar keterampilan membaca dan menulis mereka.
Mengapa demikian? Hal itu karena sebagian besar membaca dan menulis adalah kegiatan berbasis bahasa. Belajar membaca membutuhkan dua keterampilan utama: mengenali kata-kata dan pemahaman.
Anak-anak harus mampu mengisolasi, mengucapkan, dan memanipulasi bunyi dan huruf yang membentuk kata-kata dalam teks tertulis, dan kemudian memperoleh makna dari kata-kata tersebut untuk memahami apa yang mereka baca.Â
Anak-anak juga harus mampu menginterpretasikan makna dari teks yang dicetak. Salah satu persepsi yang salah adalah bahwa anak-anak yang mahir membaca juga merupakan pemaham yang ulung.
Padahal sebaliknya, banyak anak-anak yang bisa membaca dengan lancar tetapi kesulitan mengingat apa yang terjadi dalam sebuah cerita, berpikir kritis, memahami fakta atau fiksi, atau membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ini karena pemahaman bahasa tidak harus hanya satu keterampilan, tetapi latar belakang dari beberapa keterampilan yang harus ditingkatkan secara kolektif agar anak-anak menunjukkan kemajuan.
Hal itu termasuk kemampuan bahasa anak, memori kerja dan kemampuan kognitif, perhatian dan kemampuan mereka untuk fokus, dan kecepatan mereka memproses informasi.
Sementara kesadaran dan pemahaman fonologis adalah keterampilan yang berbeda secara teknis, perkembangannya sangat dua arah.
Ayah dan Bunda yang memiliki anak yang didiagnosis speech delay dan sedang berusaha keras untuk belajar mengeja sebaiknya diperbanyak stok sabar. Mereka memang mengalami kesulitan dalam belajar, terutama saat belajar membaca.
Oleh karena itu mereka membutuhkan pendamping yang sabar dan memahami kebutuhan mereka. Dalam hal ini pemenuhan nutrisi yang optimal sangat dibutuhkan agar proses belajar bisa berjalan dengan lancar.
Nutrisi yang dibutuhkan terutama untuk memperbaiki sel-sel otak yang rusak sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal.
Salah satu sumber nutrisi penting yang dapat mengoptimalkan perkembangan dan fungsi otak pada anak ada pada Generos.
Generos merupakan suplemen herbal yang mengandung ekstraksi dari bahan-bahan yang berkhasiat untuk membantu perkembangan otak anak lebih optimal. ***Â