Daftar Isi
3. Memiliki Korteks Serebral yang Lebih Tipis
Anak dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi cenderung punya korteks serebral yang lebih tipis, utamanya di area prefrontal. Anak-anak ini akhirnya mengambil keputusan memilih asupan yang kurang sehat sebagai akibatnya, yang dapat berujung obesitas.
4. Sulit Mengendalikan Diri
Anak-anak dengan kelebihan berat badan diketahui menunjukkan kemampuan mengendalikan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami kelebihan berat badan.
Ketika anak-anak obesitas mencium bau coklat atau bawang, di bagian otak mereka yang bekerja adalah bagian yang berhubungan dengan keputusan impulsif. Sedangkan aktivitas di bagian otak yang mengontrol dorongan untuk makan tidak bekerja.
Sedangkan anak-anak dengan BMI normal ketika mencium makanan, bagian otak yang bekerja berkaitan dengan pengelolaan kesenangan, perencanaan, dan pemrosesan emosi atau ingatan. Respons impulsif otak pada anak yang kelebihan berat badan juga jauh lebih besar saat mereka mencium aroma cokelat dan bawang dibandingkan dengan respons pada anak dengan berat badan normal.
5. Mengalami Penyusutan Otak
Otak anak dengan obesitas cenderung akan menyusut. Kalau otak menyusut, volume otak akan mengecil. Akibatnya, tumbuh kembang anak jadi tidak optimal. Hal tersebut menurut Laurent tentu bisa mempengaruhi fungsi kognitif juga atau daya berpikir anak.
6. Penurunan Konektivitas di Otak
Peningkatan berat badan dan skor BMI dikaitkan dengan penurunan konektivitas di otak. Itu artinya untuk anak-anak yang seharusnya sedang dalam masa perkembangan otak menjadi tidak optimal perkembangannya.
7. Mengalami Peradangan Kronis pada Otak
Kemungkinan anak-anak obesitas dapat mengalami peradangan kronis pada otak yang dapat mempengaruhi otak mereka dalam jangka panjang.
Faktor penentu tumbuh kembang anak memang tidak hanya pada berat badan. Namun, dengan mencapai berat badan ideal, otak si kecil bisa bertumbuh optimal. Sementara pengaruh kelebihan berat badan pada kesehatan dan kecerdasan anak cukup serius, maka aorang tua perlu menaruh perhatian pada hal ini.
Doronglah anak yang kelebihan berat badan untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Orang tua dapat memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan kesehatan anak-anak, jadilah teladan bagi anak dengan mencontohkan pola hidup sehat. Sebab anak-anak biasanya akan belajar dari pengasuh mereka.
Tanpa bimbingan dari orangtua, pola makan yang keliru ini dapat berlanjut hingga anak beranjak dewasa. Obesitas juga akan bertambah parah dan semakin meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan jangka panjang. Yuk, terapkan gaya hidup sehat dan aktif setiap hari. Bunda bisa mendampingi anak aktif bergerak dan berolahraga bersama di waktu-waktu senggang.