Saat Bunda mampu menghadapi anak yang sedang tantrum dengan tenang maka anak akan lebih mudah pula untuk ditenangkan.
Tak hanya itu, bisa jadi orang tua akan mengingat masa kecilnya saat mengalami tantrum dan merasa kurang didengarkan oleh orang tua.
Maka pada saat inilah kesempatan kita untuk belajar lebih berempati terhadap apa yang sedang dirasakan oleh anak kita.

Luapan emosi memang sebaiknya dikeluarkan. Saat anak tantrum maka emosi tersebut telah berhasil ia keluarkan, dan anak akan merasa nyaman mengungkapkan perasaannya.
Saat orang tua bisa mendampingi anak selama tantrum dan menenangkannya, maka sang anak akan merasa nyaman dan menjadi lebih dekat dengan orang tuanya.
Tidak hanya itu, membiarkan anak mengalami tantrum sampai ia tenang akan meningkatkan rasa tenang sehingga ia pun bisa tidur nyenyak di malam hari.
Saat menghadapi anak tantrum merupakan kondisi yang menyebalkan.
Terkadang orang tua akan terbawa emosi dan akan ikut ‘tantrum.’ Namun sebaiknya hal ini jangan sampai terjadi.
Sebagai orang tua kita harus bisa mengajarkan kepada anak bagaimana meluapkan emosi dengan baik tanpa harus dengan teriakan bahkan kekerasan.
Jangan sekali-kali mengeluarkan ancaman maupun menakut-nakuti anak demi untuk menenangkannya. Ini akan menjadi kunci bagaimana anak akan bersikap ke depannya. Dan percayalah, saat menghadapi tantrum anak dengan emosi hingga kekerasan maka hal itu tidak akan bisa meredakan tantrumnya.
Saat orang tua sudah berada di puncak emosi, sebaiknya menghindar sejenak dari anak dan tempatkan anak pada tempat yang aman. Jika sudah lebih tenang maka orang tua bisa mendekati anak kembali dan memeluknya.
Pelukan hangat dari orang tua sangat ampuh untuk mengatasi tantrum pada anak. Setelah dipeluk berikan kata-kata positif agar anak semakin tenang karena merasa dimengerti dan diperhatikan.
8 Cara Cegah Tantrum pada Anak
Namun Ayah Bunda patut waspada jika gejala anak tantrum berlebihan, misalnya dengan durasi dan intensitas yang lebih lama atau sampai melakukan kekerasan.
Jika anak sampai mengamuk lima kali dalam sehari, atau dengan durasi yang panjang sampai satu jam, dan atau disertai dengan kekerasan seperti memukul, menendang atau membanting barang, maka ini bisa menjadi tanda bahwa anak memiliki gangguan emosional.
Ini juga bisa menjadi tanda awal bahwa anak sedang mengalami depresi.
Jika hal ini yang terjadi maka Ayah Bunda tidak boleh membiarkannya begitu saja, karena ini akan berdampak pada tumbuh kembangnya.
Namun sebelum ini terjadi, agar anak tidak sampai mengalami gejala depresi terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.