Kapan Anak Dikatakan Speech Delay? Cek Tahapan Perkembangan Bicara Anak di Sini

Copy Link

Tumbuh Kembang
2 November 2023
admin

Usia 18-24 bulan

  • Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. 
  • Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.
  • Waspada bila tidak ada kalimat yang terdiri dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan, jika itu terjadi pada anak maka ia mengalami speech delay

Usia 2-3 tahun

  • Setelah usia dua tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat dengan 2-3 kata.
  • Mendekati usia tiga tahun bahkan kalimatnya sudah terdiri dari tiga kata atau lebih, dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami dan lagu anak-anak sederhana lainnya).
Baca Juga  Cara Terapi Wicara di Rumah untuk Anak

Usia 3-5 tahun

  • Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (lebih dari empat kata) saat berbicara.
  • Pada usia empat tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Setelah mengetahui tahapan perkembangan bicara anak tersebut, maka jika Ayah dan Bunda merasa sang buah hati mengalami speech delay maka sebaiknya segera melakukan tindakan.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan speech delay pada anak, maka orang tua harus mendeteksinya terlebih dahulu untuk memberikan penanganan yang tepat.

Baca Juga  Kenali Lebih Dalam Yuk Bunda! Ini 6 Faktor Penyebab si Kecil Alami Speech Delay

Jika perlu, Ayah dan Bunda bisa membawa si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya