Autisme Pada Anak, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Copy Link

Tumbuh Kembang
12 May 2022
AuthorGeneros2

Faktor lingkungan juga cukup berperan penting dalam menyebabkan anak mengalami autisme. Salah satunya adalah paparan respons imun ibu dalam rahim atau komplikasi selama kelahiran, dapat bekerja dengan faktor genetik untuk menghasilkan autisme atau memperkuat sifat-sifatnya.

ibu hamil
Ibu hamil

 

Studi juga menemukan bahwa penggunaan parasetamol (asetaminofen) oleh ibu selama kehamilan meningkatkan kemungkinan anak yang dilahirkan mengalami autisme dan ADHD atau hiperaktif. Hal ini membuktikan bahwa keturunan genetik bukanlah satu-satunya penyebab autisme pada anak.

 

 

Gejala Autisme pada Anak

Ada beberapa gejala atau tanda-tanda autisem pada anak, diantaranya:

  1. Ketika kita menunjuk sesuatu anak tidak ikut melihat hal yang kita tunjuk, tidak ada respons.
  2. Anak tidak bermain peran seperti dokter-dokteran, polisi, dan lain-lain.
  3. Seperti tuli saat kita ajak bicara karena tidak ada respons.
  4. Melakukan gerakan aneh berulang, seperti hand plaiting atau tepuk tangan berulang-ulang padahal tidak ada hal yang perlu ditepuk tangani.
  5. Meminta tanpa menunjuk tapi menarik tangan orang tuanya atau dengan tantrum.
Baca Juga  Anak Bisa Stunting Akibat Terus Terpapar Polusi Udara, Generos Solusinya

  1. Tidak tertarik saat kita suruh untuk bermain dengan anak lain.
  2. Tidak mampu memperlihatkan suatu benda.
  3. Tidak ada kemampuan meniru.
  4. Tidak terdapat kontak mata.
  5. Hipersensitif terhadap suara.
  6. Tidak dapat menjawab berbagai pertanyaan
  7. Tidak bisa mengikuti instruksi.

Orang tua Jangan Khawatir!

Autisme bukan penyakit sehingga tidak perlu disembuhkan. Karena anak autisme seperti anak lainnya hanya cara belajarnya yang berbeda. Namun apabila pertanyaannya diubah, apakah anak autisme hambatannya dapat dihilangkan dan dapat berkembang seperti anak lainnya maka jawabannya adalah sangat bisa, jika intervensi yang dilakukan sejak dini.

Pada anak autisme yang tidak dibarengi permasalahan kognitif maka sangat mungkin untuk anak autisme dapat hidup dan berinteraksi seperti orang pada ummnya, hanya saja cara belajarnya yang berbeda. Apabila kasus autisme yang dibarengi dengan permasalahan kognitif (kemampuan berpikir) maka akan sangat susah sehingga terdapat kasus yang tidak mampu bicara hingga dewasa.

Baca Juga  Perbedaan Tumbuh Kembang Anak Laki-laki dan Perempuan: Kenali agar Pola Asuh Lebih Tepat, Bunda!

Namun anak dengan kondisi tersebut dapat diarahkan menjadi lebih baik misalnya makan sendiri, toilet training, dan aktivitas lainnya yang mengarahkan anak mandiri

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya