Hasilnya benar-benar di luar dugaan, bahwa ternyata bayi yang telah diajarkan bahasa isyarat akan memiliki keterampilan bahasa verbal lebih cepat dari rata-rata anak balita biasanya.
Penelitian menemukan bahwa bayi yang diajari bahasa isyarat memiliki kosa kata yang lebih banyak saat ia menginjak usia 12 bulan dibandingkan mereka yang tidak.
Hal itu karena menurut Dr. Goodwyn karena saat bayi sedang menggunakan bahasa isyarat maka orang dewasa di sekitarnya akan lebih banyak berbicara untuk mendefinisikan apa yang sedang diinginkan si bayi.
Tidak hanya itu, dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa bayi yang belajar bahasa isyarat akan memiliki IQ yang tinggi.
Sebagai salah satu objek penelitian, seorang ibu muda dari Tampa, Florida, Rebecca Yoder mengatakan bahwa ia mulai mengajarkan bahasa isyarat kepada putrinya, Lauren, sejak berusia enam bulan.
Hasilnya memuaskan, Lauren tidak menunjukkan tantrum yang berlebihan saat menginginkan sesuatu.
“Lauren menjadi tidak terlalu mudah menangis dan tidak mudah mengamuk. Jika dia menginginkan mainan yang jauh dari jangkauannya, dia bisa memberi tanda bahwa dia membutuhkan bantuan, alih-alih menangis dan rewel,” ujar Yoder, seperti dikutip GENEROS.CO.ID dari Parents.com.
Kapan Bayi Menggunakan Bahasa Isyarat?

Bayi mulai memahami kata-kata jauh sebelum dia bisa mengucapkannya. Seorang ilmuwan di Haskins Laboratories, sebuah Lembaga penelitian wicara dan bahasa di Amerika Serikat, Gerald W. McRoberts, Ph.D.
Menyebutkan bahwa mereka mulai menghubungkan kata-kata dengan verbal dengan apa yang mereka maksudkan sejak usia 6-8 bulan.
Kira-kira pada usia yang sama mereka mulai menggunakan Gerakan untuk menunjukkan sesuatu yang mereka inginkan. Seperti mengulurkan tangannya ketika meminta untuk digendong atau menunjuk sebuah benda yang ingin ia ambil.
Saat anak mulai menggunakan tangannya untuk mengambil sesuatu atau memasukkan tangannya ke mulut atau si bayi mulai memperhatikan tangan orang tua atau pengasuhnya, saat itulah kemungkinan bayi siap untuk diajarkan bahasa isyarat.
Bahasa isyarat yang dikembangkan Dr. Acredolo dan Dr. Goodwyn tersebut menggunakan standar bahasa isyarat yang berasal dari American Sign Language (ASL) yang biasa digunakan oleh tuna rungu dan juga beberapa modofikasi yang ramah bayi.
Namun Ayah Bunda bisa menggunakan Gerakan sederhana untuk memulai mengajari bahasa isyarat untuk si Kecil.
Ayah Bunda tidak perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengajari bahasa isyarat untuk si Kecil.