Daftar Isi
3. Pola Pikir
Ketika kemampuan berbicaranya lebih lambat maka sang buah hati akan kesulitan untuk membaca dan menulis.
Meski hal ini tak dapat terjadi pada semua anak-anak dengan gangguan speech delay, kesulitan membaca dan menulis bisa saja terjadi.
Terlebih pada sang buah hati yang sudah terpapar gadget lebih dini dan dalam yang lama, si Kecil bisa saja sulit untuk berkonsultasi.
Mendeteksi Speech Delay pada Anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan tolak ukur yang jelas dalam tahapan perkembangan bicara pada anak usia dini. Sehingga Ayah dan Bunda dapat mendeteksi apakah si Kecil mengalami speech delay sesuai dengan tolak ukur tersebut.
Di antaranya adalah sebagai berikut:
Usia 0-6 bulan
- Saat lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya.
- Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara seperti “aah” atau “uuh” yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga senang bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Bayi juga mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara.
- Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.
- Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat merespons ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi dalam nada bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya “papapapapa,” “dadadadada,” “bababababa,” “mamamamama.” Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.
- Waspada bila bayi tidak menoleh jika dipanggil namanya dan tidak ada babbling. Ini menjadi tanda penting si Kecil memiliki kemungkinan mengalami speech delay.
Usia 6-12 bulan
- Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Saat babbling, ia menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
- Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya.
- Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
- Waspada bila bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, dan ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.