Selain itu Kemenkes juga mengimbau kepada seluruh apotek agar sementara ini tidak menjual obat bebas dan atau obat bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.
Senada dengan IDAI, pihaknya juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengedepankan tatalaksana non farmakologis untuk perawatan anak sakit yang menderita demam. Tatalaksana perawatan non farmakologis tersebut seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Apa Itu Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG)?

Diethylene glycol (DEG) dan Ethylene glycol hampir sama, yaitu cairan higroskopis yang memiliki rasa manis, tidak berwarna, tidak berbau, yang biasa digunakan dalam sediaan komersial antibeku, minyak rem, rokok, dan beberapa pewarna. Ini adalah pelarut yang sangat baik untuk banyak zat yang relatif tidak larut. Kedua zat ini hampir sama, yang membedakan adalah dietilen glikol dibentuk oleh kombinasi dua molekul etilen glikol melalui ikatan eter.
DEG sempat digunakan dalam obat-obatan, namun ini merupakan awal bencana besar dalam sejarah obat-obatan di dunia. Bencana obat besar pertama dalam sejarah abad ke-20 dari kontrol publik terhadap obat-obatan terjadi pada tahun 1937 di Amerika Serikat (AS) dan melibatkan Dietilen glikol.
Seorang apoteker memperkenalkan obat, Elixir Sulfanilamide, yang terdiri dari sulfanilamide yang dilarutkan dalam diethylene glycol. Dalam pengujiannya dilakukan pengujian rasa, penampilan, dan aroma, tetapi tidak untuk keamanannya. Setelah meminum obat tersebut, lebih dari 100 pasien meninggal dalam kesakitan yang parah. Di mana kebanyakan pasien tersebut adalah anak-anak, yang diberikan Elixir Sulfanilamide untuk sakit tenggorokan dan batuk.
Setelah kejadian itu FDA (Food and Drugs Administration) AS memberikan regulasi yang ketat mengenai penambahan zat ini. DEG tidak diperbolehkan dalam makanan dan obat-obatan. Karena DEG mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP), jantung, sistem pernapasan, hati, pankreas, dan ginjal.