“Jika anak memiliki ganguan seperti itu ke depannya akan sering mengalami kesulitan dalam memproses maupun merespons rangsangan, misalnya auditori,” lanjutnya.
Maka dari itu, jika mengalami gangguan seperti itu akan berkaitan dengan speech delay lantaran sang buah hati akan mengalami gangguan pemrosesan informasi.
Ciri-ciri utama pada si Kecil adalah anak tidak bisa fokus pada satu hal, sehingga ketika sang buah hati tidak bisa fokus maka pemrosesan informasi tidak bisa bekerja secara maksimal.
Jika sang buah hati mengalami gangguan tersebut, misalkan Bunda sedang memanggil si Kecil kemungkinan tidak dapat meresponsnya dengan cepat.
“Jadi adanya sesuatu yang diperintahkan ke dia, dia tidak dapat merespons itu dengan cepat, otaknya tidak mengolah dengan cepat,” jelas Ria Yoanita.
Mungkin Bunda akan bertanya-tanya apa saja gangguan modulasi sensori yang dapat terjadi kepada sang buah hati.
Daftar Isi
3 Gangguan Modulasi Sensori yang Bisa Terjadi pada si Kecil

Dikutip dari situs autismparentingmagazine.com, ada tiga gangguan modulasi yang bisa terjadi pada sang buah hati, di antaranya:
1. Hiposensitif
Anak yang mengalami hiposensitif, maka si Kecil akan mengalami kurang merespons atau bahkan tidak akan memperhatikan rangsangan tersebut dari lingkungan sama sekali.
Akibatnya sang buah hati akan cenderung menjadi apatis dan tidak memiliki dorongan untuk eksplorasi.
2. Sensation Seeking
Si Kecil dengan sensation seeking seringkali merasa tidak puas dengan rangsangan sensori yang ada.
Maka sang buah hati akan cenderung mencari aktivitas yang menimbulkan sensasi lebih, seperti berputar-putar hingga pusing, tapi justru ia menyukasi sensasi pusing tersebut.