Benarkah Inflamasi Dapat Mempengaruhi Perkembangan Otak si Kecil? Cari Faktanya Yuk!

Copy Link

Vitamin Otak
15 October 2024
admin

Saat ensefalitis menyerang maka gejalanya bisa sangat serius. Jika anak mengalami ensefalitis ini maka dapat menyebabkan perubahan kepribadian, kejang, kelemahan, dan gejala lainnya tergantung bagian otak yang terkena.

Penyebab dan Cara Kerja Inflamasi Otak

Inflamasi pada otak ini dapat disebabkan oleh infeksi atau kondisi autoimun.

Di mana saat sistem kekebalan atau imun tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya untuk melawan virus, bakteri, dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh secara normal, dan justru yang diserang adalah tubuh sendiri.

Dalam hal ini saat anak mengalami ensefalitis karena autoimun maka yang diserang adalah jaringan otak.

Bahkan dengan pengujian ekstensif, penyebab spesifik ensefalitis tetap tidak diketahui pada sekitar 30–40 persen kasus.

Baca Juga  Luar Biasa! Temulawak Ditetapkan Sebagai Tanaman Obat Unggulan Indonesia

Radang otak juga dapat diakibatkan oleh virus tertentu yang dibawa oleh nyamuk, kutu, dan serangga atau virus lain seperti virus powassan, zika dan chikungunya.

Dikutip GENEROS.CO.ID dari situs Webmd, inflamasi otak yang disebabkan oleh virus dapat berkembang setelah penderita terinfeksi dengan salah satu dari beberapa penyakit virus.

Termasuk influenza, herpes simpleks, campak, gondok, rubella, rabies, cacar air, dan infeksi arbovirus termasuk virus West Nile.

Adapun radang otak yang terkait dengan herpes dapat meletus dengan cepat, dan dapat menyebabkan kejang atau perubahan mental dan bahkan menyebabkan koma atau kematian.

Ini terjadi ketika virus herpes simpleks tipe 1 bergerak ke otak, bukan bergerak melalui tubuh ke permukaan kulit. Namun deteksi dini dan pengobatan ensefalitis herpes yang tepat masih dapat menyelamatkan jiwa.

Baca Juga  Bunda Wajib Tahu! Ini Camilan Enak yang Bisa Tajamkan Daya Ingat Anak

Sementara ensefalitis lainnya yaitu radang otak arbovirus, adalah bentuk lain dari ensefalitis yang diakibatkan oleh virus. Hal ini disebabkan oleh berbagai virus yang dibawa oleh serangga (seperti nyamuk dan kutu).

Tidak seperti herpes, infeksi arbovirus bersifat musiman, terjadi terutama di musim panas dan awal musim gugur, dan dikelompokkan di wilayah tertentu.

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi bakteri, jamur, parasit, atau riketsia menyebabkan ensefalitis. Kanker atau bahkan paparan obat atau racun tertentu juga dapat menyebabkan ensefalitis.

Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya