Daftar Isi
Perkembangan Otak Anak Usia 0-12 Bulan
Saat lahir, otak bayi berukuran sekitar seperempat ukuran otak orang dewasa. Kemudian pada akhir usia satu tahun, ukuran otak anak akan bertambah dua kali lipat.
Perkembangan otak anak usia 0-12 dimulai dengan penglihatannya. Bayi akan memerhatikan lingkungan sekitarnya dan menatap wajah orang yang menggendongnya sehingga mulai mengenali Bunda.
Pendengaran bayi juga berkembang yang diikuti dengan keterampilan bahasa dan komunikasi awal seperti mengoceh, mengekspresikan wajah dan gerakan hingga kemampuan kognitif. Di usia 9 bulan, perkembangan otak anak membuatnya dapat mengingat sesuatu dan menyadari perubahan bentuk benda.
Perkembangan Otak Anak Balita Usia 1-3 Tahun
Otak anak akan berkembang drastis pada usia 1-3 tahun, Bunda. Di tahap ini, anak mulai bisa mengucapkan kata-kata dalam lagu tetapi belum mengerti apa arti kata tersebut.
Selain itu, balita juga mulai memahami rutinitas saat bermain seperti menidurkan boneka bayi. Lebih lanjut, pada tahapan perkembangan otak anak usia 1-3 tahun, Si Kecil akan lebih antusias menjelajahi dunia luar, rasa penasarannya meningkat, dan mulai meniru gerak-gerik hewan yang ditemuinya.
Saat usia tiga tahun, ukuran otak anak akan mencapai 80 persen dari ukuran otak orang dewasa. Pengalaman Si Kecil juga membantu perkembangan bahasa, pemahaman kognitif, serta ingatan.
Perkembangan Otak Anak Prasekolah Usia 4-5 Tahun
Sebagian besar anak usia 4-5 tahun sudah mulai bisa mengembangkan kemandirian, kreativitas, serta pengendalian dirinya. Anak akan lebih senang menghabiskan waktu dengan bermain dan bersemangat untuk mencoba hal-hal baru. Ketika merasa frustrasi, anak lebih mampu mengekspresikan emosinya.
Perkembangan otak anak usia 4-5 tahun meningkatkan pemahaman kosakata serta proses berpikirnya. Anak sudah bisa menjawab pertanyaan dengan logis dan mengekspresikan perasaan dengan baik.
Selain fungsi kognitif, perkembangan otak anak di usia ini memungkinkan fisiknya menjadi lebih aktif, seperti bergelantung, memanjat, dan berayun. Anak juga sudah bisa memahami perasaan orang lain dan mengendalikan emosinya.