Tak hanya itu saja, sudah banyak penelitian yang menunjukan ketika Bunda dan Ayah sering mengajak sang buah hati berbicara.
Maka kemampuan verbalnya akan semakin kuat seiring bertambah usianya, termasuk ketika orang tua berbicara dengan berbagai nada.
Hal ini dipercaya dapat meningkatkan keterampilan berbahasa dan mendorong sang buah hati untuk merespons balik.
Namun, ketika perhatian Bunda dan Ayah terganggu, misalnya yang selalu sibuk dengan hp maka akan memiliki dampak membuat orang tua merasa kurang terhubung dengan anaknya.
Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya komunikasi di masa-masa penting balita yang sedang bertumbuh dengan pesat.
Dampak Buruk Jika Orang Tua Bermain HP di Depan si Kecil

Dikutip dari situs SRCD, penggunaan ponsel pintar ada di mana-mana dalam kehidupan orang tua.
Penelitian yang sedang berkembang sedang menyelidiki bagaimana penggunaan ponsel pintar oleh orang tua selama interaksi orang tua-anak mempengaruhi hasil berbahasa anak-anak.
Temuan menunjukkan adanya hasil negatif dalam perkembangan bahasa, namun masih kurang jelas proses apa yang mempengaruhi hasil bahasa.
Mengikuti pandangan, respons orang tua, dan perhatian bersama juga berkurang ketika orang tua menggunakan ponsel cerdas mereka, dan semuanya sangat penting untuk perkembangan bahasa.
Ada faktor-faktor ini dapat memediasi dampak technoference akibat penggunaan ponsel pintar orang tua terhadap perkembangan bahasa anak sejak lahir hingga usia 5 tahun.
Tak hanya itu saja, terganggunya perkembangan komunikasi ditandai dengan berkurangnya kualitas interaksi antara orang tua dan balita.
Sebuah penelitian dilakukan dengan meneliti komunikasi orang tua dan anaknya saat waktu makan.