Bayi pada usia ini sudah mulai mampu makan bubur yang menggumpal. Mereka juga mampu menggigit dan mengunyah makanan bertekstur agak keras tapi meleleh dalam mulut.
Pada usia 12 bulan, anak sudah mengembangkan dasar-dasar motorik oral untuk mendukung proses makan lebih lanjut. Seiring berjalannya waktu, anak akan melatih keterampilan ini untuk meningkatkan kemampuan makan.
Antara usia 16 dan 36 bulan, anak terus mengembangkan kekuatan rahang, mengunyah dengan mulut tertutup, dan mengunyah makanan bertekstur ‘lebih keras’ seperti sayuran dan daging.
Daftar Isi
6 Cara Stimulasi Oromotor Bayi

Latihan oromotor merupakan aktivitas memperkuat otot-otot mulut dan wajah, yang sangat penting untuk fungsi-fungsi seperti berbicara, menelan, dan ekspresi wajah.
Stimulasi ini dapat sangat bermanfaat bagi anak-anak yang mengalami kesulitan di area mulut karena keterlambatan perkembangan, gangguan neurologis, atau kondisi kesehatan lainnya.
Berikut beberapa cara stimulasi oromotor bayi yang dapat Bunda coba terapkan di rumah:
1. Bermain Tiup Gelembung
Dengan menggunakan tongkat gelembung, ajaklah si Kecil untuk bermain tiup gelembung. Kegiatan ini dapat membantu memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk mengendalikan napas dan membulatkan bibir.
2. Meniup Bola Kapas
Letakkan bola kapas di atas meja dan minta Si Kecil untuk meniupnya menggunakan sedotan. Latihan ini juga dapat membantu anak meningkatkan kendali atas pernapasan dan posisi bibir.
3. Eksplorasi Menelan Berbagai Tekstur Makanan
Latihan menelan membantu dalam mengelola aliran udara melalui area tenggorokan.
Selain itu, eksplorasi berbagai varian tekstur juga melatih otot-otot tenggorokan dan mengoordinasikan pergerakan makanan ke dalam kerongkongan.