Berkitan dengan pendidikan orang tua dalam menerapkan ibadah puasa, dikembalikan lagi dengan orang tuanya. Terpenting, orang tua memberikan apresiasi dan juga memberikan challenge berikutnya supaya anak bisa lebih baik lagi daripada sebelumnya.

Hadiah Sebagai Simbolisasi
Saat anak mulai mengenal puasa, reward atau hadiah bisa dikatakan sebagai simbolisasi bahwa bulan suci ramahdan akan diberikan hadiah oleh Allah swt. Namun, bentuk perantaranya adalah orang tua. Ketika orang tua memberikan hadiah, bisa dijelaskan bahwa hadiah tersebut semata-mata dari Allah swt. Dengan begitu anak menganggap bulan ramadhan merupakan bulan yang menyenangkan dan banyak berkahnya. Lambat laun anak akan merasa saat buka puasa atau sahur, serta menjalankan ibadah lainnya saat bulan ramadhan itu bahagia dan menyenangkan.
Selain itu, coba tawarkan makanan favorit anak agar mereka semangat menjalankan puasa, seperti “nanti setelah ashar kita mengaji, lalu kamu mau buka dengan makanan apa?” Tujuannya supaya anak mempunyai momen dan terpaku dengan ibadah agar mendapat imbalan dari Allah swt. Sehingga puasa anak tetap lancar.
Membagikan hadiah untuk anak sebagai imbalan telah melakukan puasa merupakan hal yang wajar. Tetapi, perlu diperhatikan kuantitas dan kualitas dari hadiah yang diberikan oleh orang tua. Hadiah adalah sesuatu yang menyenangkan untuk anak, namun pemberian hadiah tidak dilakuan secara terus menerus. Terpenting, anak Bunda bisa memahami makna puasa dan fokus terhadap ibadah selama puasa.