Pahami Stunting Lebih Dalam! Ini 4 Penyebab si Kecil Mengalaminya

Copy Link

Tumbuh Kembang
7 October 2024
admin

4 Penyebab Anak Mengalami Stunting

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya stunting, di antaranya:

1. Pengetahuan Ibu yang Kurang Memadai

Sejak di dalam kandungan, nutrisi yang ibu konsumsi turut mendukung tumbuh kembang janin. Makanya, seorang ibu perlu memiliki pengetahuan tentang makanan bergizi supaya nutrisi harian ibu dan janin tercukupi dengan baik.

Begitu pula setelah Si Kecil lahir, 1.000 hari pertama kehidupan (0–2 tahun) adalah waktu yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Pada masa ini, bayi membutuhkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan tambahan makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas setelahnya.

Baca Juga  Waspada Bunda! Stunting Bisa Mempengaruhi Kecerdasan si Kecil, Begini 5 Cara Mengatasinya

Oleh karena itu, ibu harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai gizi anak.

Faktor lainnya yang juga dapat memicu stunting adalah jika anak terlahir dengan kondisi sindrom alkohol janin (fetus alcohol syndrome).

Kondisi ini bisa terjadi ketika ibu tidak mengetahui bahwa mengonsumsi alkohol saat hamil bisa membahayakan kesehatan buah hati.

2. Infeksi Berulang atau Kronis

Penyakit infeksi berulang yang dialami sejak bayi menyebabkan tubuh anak selalu membutuhkan energi lebih untuk melawan penyakit.

Jika kebutuhan ini tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, anak pun akan mengalami kekurangan gizi dan akhirnya berujung dengan stunting.

Terjadinya infeksi sangat erat kaitannya dengan pengetahuan ibu dalam cara menyiapkan makan untuk anak.

Baca Juga  Cegah Stunting Pada si Kecil dengan 5 Cara Ini Yuk Bunda! Demi Masa Depannya

Sebab, tidak semua ibu memahami makanan apa saja yang baik untuk tumbuh kembang buah hati dan seberapa banyak porsi yag harus diberikan kepada anak sesuai usianya.

3. Sanitasi yang Buruk

Sulitnya sumber air bersih dan sanitasi yang buruk dapat menyebabkan stunting pada anak.

Penggunaan air sumur yang tidak bersih untuk masak atau minum, disertai kurangnya ketersediaan kakus merupakan penyebab terbanyak terjadinya infeksi.

Kedua hal ini bisa meningkatkan risiko anak berulang-ulang menderita diare dan infeksi cacing usus (cacingan).

Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya