Mengajarkan Anak Membela Diri
Kita sebagai orang tua tentunya ingin mengajarkan hal-hal yang positif bagi anak. Namun seperti yang kita ketahui bahwa kondisi tidak selalu ideal. Maka dari itu, saat anak sudah mulai bergaul di lingkungan sekitarnya, maka sudah waktunya untuk mengajarkan bagaimana anak dapat bersikap dengan tepat ketika mendapatkan gangguan. Seperti saat temannya memukul, akan lebih baik jika orang tua mengajarkan untuk membalasnya ketika teguran sudah tak mempan lagi. Apalagi pukulan yang dilayangkan bukan tanpa sengaja.

Jadi, pertama yang diajarkan adalah ajarkan anak untuk mengekspresikan rasa marah ketika mendapatkan gangguan. Ketika si pengganggu tidak mengindahkan teguran, maka sudah saatnya untuk membalasnya. Agar si pengganggu tahu bagaimana sakitnya dipukul (jika ia memukul).
Selain itu perlu diajarkan juga kepada anak apakah yang dihadapi adalah lawan yang seimbang, jika itu teman sebayanya dan memiliki ukuran tubuh yang sama tidak masalah. Namun jiika yang menjahilinya adalah anak yang lebih besar dan lebih tua maka ajarkan anak untuk berteriak sekencang-kencangnya agar si pengganggu takut dan enggan untuk melanjutkan aksi perundungannya. Jika memungkinkan minta anak untuk lari dan menghindar dari si pengganggu. Atau jika yang menjahilinya adalah anak yang lebih kecil sebaiknya cukup untuk dihindari saja. Pemahaman seperti ini perlu dimiliki oleh anak agar ia dapat menentukan sikap ketika mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari lingkungannya.
Memasukkan anak ke tempat latihan bela diri seperti karate maupun taekwondo juga tidak ada salahnya loh Bun. Dengan berlatih bela diri maka fisik anak dapat ditempa dengan baik sehingga ia dapat membela diri ketika mendapatkan perundungan. Namun jangan lupa, setelah anak menjadi kuat ajarkan anak untuk memperkirakan lawannya seimbang atau tidak. Jangan sampai karena ingin membela diri justru malah berujung mencelakai anak lain.
Maka dari itu ajarkan pula kepada anak untuk tidak sembarangan menggunakan kekuatannya ketika di luar rumah. Karena ini juga dapat berpotensi sebaliknya, menjadikan anak sebagai pembully. Namun membuat anak menjadi pembully tentu ada perjalanan panjang yang telah ia lalui. Pemenuhan emosi dari rumah dapat menghindarkan anak untuk berlaku negatif misalnya menjadi pembully ketika di luar rumah.