Mengenal Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder

Copy Link

Tumbuh Kembang
22 August 2022
author

Usia 6-12 bulan

  • Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Saat babbling, ia menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
  • Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya.
  • Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
  • Waspada bila bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, dan ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.
Baca Juga  Ini Alasan Mengapa Main Air Bermanfaat untuk Anak

 

Usia 12-18 bulan

  • Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah (Tolong ambilkan mainan itu). Kosakata anak bertambah dengan pesat;

    Membaca buku cerita bersama anak dapat mencegah Speech Delay
    Membaca buku cerita bersama anak dapat mencegah Speech Delay
  • Pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, namun pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.
  • Waspada bila anak tidak bisa menyebutkan kata yang berarti pada usia 16 bulan

 

Usia 18-24 bulan

  • Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita.
  • Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.
  • Waspada bila tidak ada kalimat yang terdiri dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan

 

Usia 2-3 tahun

  • Setelah usia dua tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat dengan 2-3 kata.
  • Mendekati usia tiga tahun bahkan kalimatnya sudah terdiri dari tiga kata atau lebih – dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami dan lagu anak-anak sederhana lainnya).

 

Usia 3-5 tahun

  • Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (lebih dari empat kata) saat berbicara.
  • Pada usia empat tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.
Baca Juga  Anak Liburan Sekolah di Rumah Saja? Coba 5 Kegiatan ini agar anak semakin Cerdas!
Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya