
Ayah dan Bunda bisa menilik dari kemampuan mengenali dan membedakan bunyi ujaran atau disebut kesadaran fonologis. Kesadaran fonologis sangat penting karena ketika anak-anak belajar menguasai bunyi-bunyi ujaran, mereka mulai memetakannya ke dalam huruf-huruf yang dicetak dalam buku. Ini akan membentuk dasar keterampilan membaca dan menulis mereka.
Mengapa demikian? Hal itu karena sebagian besar membaca dan menulis adalah kegiatan berbasis bahasa. Belajar membaca membutuhkan dua keterampilan utama yaitu mengenali kata-kata dan pemahaman. Anak-anak harus mampu mengisolasi, mengucapkan, dan memanipulasi bunyi dan huruf yang membentuk kata-kata dalam teks tertulis, dan kemudian memperoleh makna dari kata-kata tersebut untuk memahami apa yang mereka baca.
Anak-anak juga harus mampu menginterpretasikan makna dari teks yang dicetak. Salah satu persepsi yang salah adalah bahwa anak-anak yang mahir membaca juga dapat memahami apa yang dibacanya dengan baik. Padahal belum tentu demikian, banyak anak-anak yang bisa membaca dengan lancar tetapi kesulitan mengingat apa yang terjadi dalam sebuah cerita, berpikir kritis, memahami fakta atau fiksi, atau membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ini karena pemahaman bahasa tidak hanya berasal satu keterampilan, tetapi latar belakang dari beberapa keterampilan yang harus ditingkatkan secara kolektif agar anak-anak menunjukkan kemajuan. Hal itu termasuk kemampuan bahasa anak, memori kerja dan kemampuan kognitif, perhatian dan kemampuan mereka untuk fokus, dan kecepatan mereka memproses informasi. Sementara kesadaran dan pemahaman fonologis adalah keterampilan yang berbeda secara teknis, perkembangannya sangat dua arah.
Memastikan Penyebab Speech Delay
Untuk mengetahui penyebab pasti speech delay hanya bisa diketahui setelah dilakukan observasi oleh ahlinya, yaitu tenaga medis. Terdapat beberapa penyebab terlambat bicara, menurut Health Line bisa karena gangguan pendengaran, terdapat permasalahan mulut, lidah dan langit-langit, memiliki gangguan bicara dan bahasa, masalah neurologis, autisme, atau hanya kurang stimulasi. Jika anak mengalami terlambat bicara hanya karena kurang stimulasi maka orang tua maupun pengasuh perlu lebih serius dalam mendampingi anak belajar berbicara.
Namun jika terdapat permasalahan lain, maka orang tua juga harus siap memberikan penanganan yang tepat sesuai yang dibutuhkan. Lalu apakah jika anak yang mengalami terlambat bicara namun tidak kunjung mendapatkan penanganan yang tepat akan berdampak buruk? Tentu saja. Dalam jangka pendek, anak yang mengalami speech delay juga akan mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya.
Apalagi, pada usia tersebut anak sedang aktif-aktifnya tumbuh dan berkembang, atau yang biasa disebut masa golden age tumbuh kembang anak. Sementara saat anak mengalami kesulitan berbicara karena mengalami speech delay maka saat anak sedang dalam tahap perkembangan emosinya yaitu masih sering tantrum akan membuatnya lebih parah. Dan itu tidak baik untuk kesehatan mentalnya, ingat, anak yang bahagia akan lebih maksimal tumbuh kembangnya.